Hingga April, PP Catatkan Kontrak Baru Senilai Rp10,57 Triliun

Hingga April, PP Catatkan Kontrak Baru Senilai Rp10,57 Triliun
PP catatkan kontrak baru senilai 10,57 triliun rupiah hingga April 2019. (Sumber: PP)

Perusahaan konstruksi nasional, PT PP (Persero) Tbk berhasil membukukan kontrak baru sebesar 10,57 triliun atau 21% dari total target tahun ini. Manajemen optimis dapat mencapai target kontrak sebesar 50,30 triliun tahun ini. 

Dalam keterbukaan informasi kepada BEI, 17 Juni 2019, perseroan mengatakan angka sebesar 10,57 triliun rupiah tersebut terdiri dari kontrak baru Induk perseroan sebesar 9,23 triliun rupiah dan anak perusahaan sebesar 1,34 triliun rupiah. 

Beberapa proyek yang berhasil diraih perseroan sampai dengan April 2019, antara lain adalah proyek pembangunan Kilang Balikpapan Tahap II sebesar 3,38 triliun rupiah, Jalan Tol Indrapura Kisaran (lanjutan) sebesar 3 triliun rupiah dan runway Bandara Soekarno-Hatta seksi 1 sebesar 455 miliar rupiah.

Lebih lanjut perseroan juga mengatakan sampai dengan April 2019, perolehan kontrak baru dari BUMN mendominasi perolehan kontrak barunya. Kontribusinya mencapai 65,88%, disusul oleh swasta sebesar 25,04% dan pemerintah sebesar 9,08%. 

Baca juga: PP Properti Akan Terbitkan Obligasi Rp800 Miliar

Sedangkan, perolehan kontrak baru berdasarkan jenis atau tipe pekerjaan, yaitu: pembangkit listrik sebesar 33,70%, jalan dan jembatan sebesar 28,46%, gedung sebesar 24,58%, bandara sebesar 4,31%, jalur kereta sebesar 4,26%, Industri sebesar 3,06% dan Irigasi sebesar 1,66%. 

Pembangunan Smelter

Sementara itu PP berhasil dipilih menjadi kontraktor pembangunan pabrik peleburan (smelter) berteknologi Rotary Kiln Electric Furnance oleh PT Ceria Nugraha Indotama. Pembangungan smelter tersebut melakukan prosesi groundbreaking pada 15 Juni 2019

“Dalam pembangunan proyek smelter ini, perseroan berperan sebagai kontraktor yang akan bertanggung jawab dalam penyelesaian proyek yang akan bekerja sama dengan partner konsorsium ENFI (BUMN China)," jelas  Abdul Haris Tatang Direktur Operasi 3 PT PP.

Perseroan optimistis dapat menyelesaikan proyek tersebut selama 24 bulan. Proyek Pembangunan Smelter Feronikel yang berlokasi di Kecamatan Wolo, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, ini akan menelan investasi 4 triliun rupiah untuk tahap 1 dan akan dilanjutkan tahap berikutnya dengan nilai total investasi mencapai 14,5 triliun rupiah. 

Pabrik smelter yang memiliki total kapasitas sebesar 4x72 MVA ini ditargetkan akan dapat beroperasi pada tahun 2021. Nantinya diperkirakan akan memproduksi sekitar 229.000 ton feronikel (FeNi) setiap tahunnya dengan kadar nikel 22-24%. 

Baca juga: Untung Rugi BUMN di Era Jokowi