Hexindo Adiperkasa (HEXA) Alokasikan 80 Persen Labanya Untuk Bagi-Bagi Dividen

Hexindo Adiperkasa (HEXA) Alokasikan 80 Persen Labanya Untuk Bagi-Bagi Dividen
Ilustrasi Hitachi, produk yang dipasarkan HEXA (Sumber: hexindo-tbk.co.id)

PT Hexindo Adiperkasa Tbk (HEXA) melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang digelar 27 September 2019, memutuskan untuk membagikan dividen sebesar 30 juta US dollar. Jumlah tersebut akan dibagikan untuk 840 juta saham yang beredar sehingga nilai per lembarnya adalah 0,0358 US dollar.

Dividen yang rencananya akan dibagikan pada 25 oktober 2019 tersebut merupakan 80 persen dari laba bersih yang diperoleh perusahaan pada tahun fiskal April 2019 – Maret 2019. Total laba bersih HEXA mencapai 37,6 juta US dolar. Sisa pembagian dividen sebesar 20 persen atau 7,5 juta US dollar dialokasikan sebagai laba ditahan.

Baca juga: United Tractors Catatkan Laba Bersih Rp11,1 Triliun di 2018

Sementara itu, manajemen HEXA mengaku masih bisa menampilkan performa yang positif di tahun ini. Hingga Juli 2019, HEXA berhasil membukukan penjualan sebesar 230 juta US dollar. Penjualan tersebut didominasi oleh penjualan unit alat berat. Tercatat, jumlah yang dijual mencapai 466 unit. 

“Dari total unit yang dikirimkan ke customer, sektor konstruksi memberikan kontribusi sebesar 25 persen, forestry sebesar 26 persen, argo sebesar 22 persen dan mining sebesar 26 persen,” ungkap Djonggi Gultom, Direktur Hexindo Adiperkasa dalam Paparan Publik usai RUPS.

Diakhir tahun fiskal 2019 yang berakhir Maret 2020 nanti, perseroan memproyeksikan penghasilan sebesar 517 juta US Dolar.

Untuk mewujudkan hal tersebut, perusahaan telah menyiapkan beragam strategi jitu. Di antara strategi-strategi tersebut adalah pemberdayaan keselamatan dan lingkungan sehingga tercipta zero accident, peningkatkan compliance, baik kepatuhan terhadap aturan perusahaan maupun pemerintah serta penambahan range produk yang akan dijual.

Selain itu, HEXA juga menyiapkan metode pembelian spare part dengan cara online. “Kita sedang on progress sekarang untuk segera bisa mengimplementasikan pembelian spare part secara online, dengan pelayanan 24 jam,” ungkap Djonggi Gultom.

Baca juga: Permintaan Semen Nasional Stagnan, SMBR Optimis Capai Target Triwulan III Tahun 2019