Hadirnya MRT Ciptakan Perubahan Budaya Warga Jakarta

Hadirnya MRT Ciptakan Perubahan Budaya Warga Jakarta
Direktur Utama PT MRT Jakarta, William Sabandar yang menjadi salah satu pembicara kunci dalam diskusi “Bright Future Achieved by Quality Infrastructure in ASEAN-Connecting ASEAN”, Jumat 18 Oktober 2019/Sumber: MRT Jakarta

Direktur Utama PT MRT Jakarta, William Sabandar yang menjadi salah satu pembicara kunci dalam diskusi “Bright Future Achieved by Quality Infrastructure in ASEAN-Connecting ASEAN”, Jumat 18 Oktober 2019 memaparkan perubahan budaya yang terjadi di masyarakat seiring dengan hadirnya MRT di Jakarta.

“Dengan layanan MRT Jakarta yang tepat waktu, masyarakat dapat membuat perencanaan terhadap kegiatan sehari-harinya. Kualitas infrastruktur dan layanan yang diberikan juga membuat masyarakat saat ini bisa teratur, tertib, antre, disiplin, bahkan membawa sepeda dengan nyaman ke tempat tujuan,” ungkap William dalam keterangan resmi perusahaan.

Menurut Wiliam, jumlah penumpang yang telah mencapai 100 ribu orang per hari juga dapat menggunakan stasiun bukan sekadar tempat transit namun juga sebagai wadah berkegiatan masyarakat.

Lebih lanjut, Wiliam menegaskan, dukungan kerja sama dengan operator kereta api dari Jepang juga tidak hanya dalam aspek teknis perkeretaapian, melainkan juga termasuk etika dan budaya kerja.

Contohnya, menurut Wiliam, adalah menjaga area kerja selalu bersih, alat-alat kerja yang tertata dengan rapi, dan melakukan cek ulang terhadap hasil kerja. Kerja sama ini juga mencakup transfer ilmu dan pengetahuan.

“Dari Jepang, kami belajar tentang operasional dan pemeliharaan sistem MRT Jakarta. Meski demikian, kami juga melakukan studi banding dengan operator kereta dari negara lain seperti Singapura, India, dan Malaysia,” lanjut William.

Sebagai bentuk penghargaan terhadap ASEAN, stasiun MRT Jakarta yang terletak di Jalan Sisingamangaraja, diberi nama Stasiun ASEAN.

ASEAN dan Jepang telah memperkuat kerja sama dan menjembatani sektor pemerintah dan swasta di wilayah ASEAN melalui pelaksanaan Rencana Induk ASEAN Connectivity 2025. Kualitas infrastruktur di ASEAN yang didukung oleh Jepang juga telah memainkan peran penting dalam memperluas kesejahteraan ekonomi dan juga memperbaiki kehidupan masyarakat ASEAN.

Perlu diketahui, pembangunan MRT Jakarta Fase I mendapat dukungan dari Japan International Cooperation Agency (JICA) melalui kerja sama Pemerintah Indonesia dan Jepang.

Ke depannya, pembangunan fase II yang menghubungkan Bundaran HI dan Kota juga akan didukung oleh Pemerintah Jepang.

Baca juga: MRT Jakarta Kebut Pembangunan Fase II, Apa bedanya dengan Fase I?