Greget Para CEO Muda di Indonesia, Kamu Kapan?

Greget Para CEO Muda di Indonesia, Kamu Kapan?
Defy Indiyanto Budiarto, Komisaris PT Pembangkit Jawa Bali. Sumber: Annual Report PT PJB Tahun 2017.

Slogan “yang muda yang berkarya” adalah kata-kata yang tepat untuk menggambarkan fenomena yang terjadi pada beberapa tahun terakhir ini. Saat ini, banyak generasi milenial yang sudah menduduki puncak pimpinan perusahaan pada rentang usia 20 hingga pertengahan 30 tahun.

Fenomena menjadi seorang pengusaha ataupun menjadi pimpinan di usia muda bukanlah yang aneh sekarang. Dengan semakin terbukanya informasi dan terbukanya kesempatan untuk mengembangkan diri, membuat anak muda sekarang memiliki sifat kritis dan empati yang lebih tinggi terhadap masalah yang terjadi di masyarakat, lingkungan atau pemerintahan. Sifat-sifat ini yang menjadikan anak muda sekarang dapat menciptakan berbagai inovasi kreatif melalui usaha yang dikembangkannya maupun keberadaan mereka dalam suatu perusahaan. 

Tersebar di Berbagai Sektor Industri

Fenomena ini sudah menyebar bak virus pada berbagai kalangan industri. Dari mulai pengusaha, startup sampai perusahaan pelat merah dan pemerintahan. Sebagaimana diketahui, baru-baru ini Kementerian BUMN telah menunjuk Ario Bimo (38 tahun), sebagai Direktur Keuangan baru PT. Bank Negara Indonesia (BNI) sekaligus Direktur milenial pertama yang menduduki jajaran kursi panas di perusahaan tersebut. Terpilihnya Ario bukan hanya kedekatannya dengan kolega kementerian, melainkan prestasi yang telah dikontribusikan Ario untuk BNI.

Selain Ario, ada pula rekan BUMN milenial lain yang memiliki karir cemerlang dan menorehkan banyak prestasi di usianya. Salah satunya Defy Indiyanto Budiarto. Pada usia 26 tahun, ia sudah mulai menjabat sebagai Komisaris Utama di PT Bara Inti Surya. Usia tersebut dapat dibilang cukup muda untuk posisi tersebut, mengingat posisi tersebut banyak diisi oleh mereka yang memiliki umur senior. Dan di usianya yang kini menginjak 38 tahun, Ia menjabat sebagai Komisaris di PT Pembangkitan Jawa-Bali sekaligus Sekretaris LSBO Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah yang di mana dirinya tercatat sebagai salah satu pimpinan termuda di PP Muhammadiyah. Keaktifan dan etos kerja tinggi yang dimiliki Defy adalah kunci yang membuatnya berada di posisi sekarang. Hal ini terbukti dari kemampuannya dalam mengelola energi dan tanggung jawab dalam memegang jabatan di perusahaan maupun organisasi yang diikutinya.

Di sektor pemerintahan, Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada akhir Agustus (31/8) lalu menetapkan anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) untuk periode 2019-2024. Berdasarkan penetapan KPU, ada lebih dari 20 anggota terpilih yang berusia di bawah 30 tahun. Salah satunya, Hillary Brigitta Lasut, anggota berusia 23 tahun perwakilan Sulawesi Utara. Wanita lulusan S2 hukum Washington Law University ini yakin bahwa meskipun ia seorang perempuan dan memiliki usia yang masih tergolong belia untuk menjadi politisi, namun ia berani beradu dengan politisi senior untuk urusan memperjuangkan aspirasi masyarakat di kursi DPR.

 


Kelulusan S2 Hillary Brigitta Lasut di Amerika. Sumber: Hillarylasut.com

 

Di sektor tech-startup, yang saat ini sedang hangat-hangatnya berkembang dan menjadi bahan perbincangan, fenomena pimpinan muda bukan sesuatu yang asing lagi di dunia tech-startup. Sebut saja founder dan CEO Tokopedia, William Tanuwijaya (37 tahun). Berdiri sejak 2009 lalu, marketplace terbesar di Indonesia versi iPrice ini berhasil memiliki valuasi sekitar Rp101,5 triliun rupiah. Selama sepuluh tahun berdiri, Tokopedia tercatat telah menjangkau hampir 3 juta penjual dengan Monthly Active User (MAU) sekitar 137 juta pengunjung setiap bulannya.

Sama halnya dengan founder dan CEO Gojek, Nadiem Makarim, pria 35 tahun ini mulanya mendirikan Gojek karena rasa frustrasinya menggunakan ojek di Jakarta. Dari rasa stressnya itu kini ia berhasil membawa perusahaan raid hailing tersebut menjadi startup decacorn (perusahaan dengan nilai valuasi US$10 miliar) pertama di Indonesia dan tercatat sebagai salah satu dari 19 startup di dunia yang menyandang status decacorn menurut lembaga riset internasional CB Insights serta berekspansi ke 4 negara di Asia.

Baca Juga: Masuk 10 Besar BrandZ 2019, Gojek Miliki Nilai Brand US$4,487 Miliar

Selain itu ada Belva Devara, founder dan CEO dari startup pendidikan Ruangguru. Usai menamatkan pendidikannya di Harvard University, ia memutuskan kembali ke Indonesia untuk fokus membesarkan Ruangguru yang kini merupakan startup pendidikan terbesar di Indonesia dengan lebih dari 15 juta pelajar dan 300.000 guru di seluruh Indonesia. Kerja kerasnya melalui Ruangguru membawa dirinya masuk sebagai Forbes Asia “Forbes 30 under 30" tahun 2017 atau tepat saat Belva berusia 27 tahun.

 


Belva Devara bersama Presiden Jokowi. Sumber: Instagram @BelvaDevara
 

Bukan Mereka Saja yang Bisa, Anda pun Bisa

Fenomena pengusaha sukses di usia muda bukan lagi impian belaka. Semua memiliki kesempatan yang sama untuk sukses dan bermakna di usia muda. Karena kita hanya berusia muda satu kali, berikut rangkuman hasil riset yang dilakukan The Guardian kepada CEO muda di dunia, untuk mendorong milenial Indonesia lainnya dalam mencapai kesuksesan karier di usia muda:

1. Tunjukkan nilai yang ingin dibawa.
Akan ada saat di mana terjadi proses negosiasi alot dengan pihak lain ketika mereka tahu dan terkejut dengan usia Anda. Namun, hal yang perlu dilakukan agar mereka sadar dan menerima keberadaan Anda adalah hanya dengan memberitahu nilai yang ingin Anda bawa sehingga mereka tahu apa yang Anda lakukan.

2. Dapat mengambil peluang melalui masalah.
Belajarlah untuk dapat menerima penolakan, pemberhentian dan kegagalan sebagai suatu proses. Segera bangkit dari masa krisis dan temukan solusinya. Karena ketika kita sudah tidak lagi muda, akan semakin banyak tekanan yang harus ditanggung dan bangkit seringkali bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan sehingga kegagalan bukan lagi menjadi sebuah proses melainkan akan menjadikan kita ‘kapok’ untuk mencoba kembali.

3. Tetap menjadi diri sendiri.
Di sebuah perusahaan, pimpinan muda akan bertemu dengan orang yang berumur lebih tua di tempat kerjanya. Hal tersebut mungkin akan mempengaruhi sikap dalam keseharian, namun tetap tunjukkan sisi ‘muda’ Anda karena di usia produktif Anda saat ini, cara berpikir untuk mengatasi masalah akan diselesaikan secara lebih inovatif dan efektif.

Baca Juga: Mengenal Strategi Kepemimpinan Ala Arief Yahya