Grab dan Warung Pintar Kolaborasi Lakukan Pemberdayaan Ekonomi Digital

Grab dan Warung Pintar Kolaborasi Lakukan Pemberdayaan Ekonomi Digital
Kios Warung Pintar (Sumber: Warung Pintar)

Perusahaan online to offline Grab melakukan kolaborasi dengan Warung Pintar, startup teknologi retail mikro di Indonesia. Kemitraan didukung dan difasilitasi ASEAN Impact Challenge (AIC).

Perusahaan tersebut bersepakat melakukan pemberdayaan komunitas lapis bawah atau grassroots di Indonesia untuk beralih ke perekonomian digital.

Head Grab Ventures Chris Yeo mengatakan, pihaknya menargetkan untuk memberdayakan 100 juta pengusaha mikro di Indonesia sampai tahun 2020.

"Kami tidak bisa melakukannya sendiri. Akan lebih besar dan lebih berarti jika ada kemitraan dengan para inovator yang memiliki tujuan yang sama," ujarnya, Kamis, 24 Januari 2018.

Ia berharap, kolaborasi dengan Warung Pintar, bisa membantu mengembangkan kemampuan dan memperbaiki kehidupan masyarakat bawah. 

"Kami ingin memastikan bahwa tidak ada pihak-pihak yang tertinggal, dan seluruh masyarakat Indonesia dapat merasakan keuntungan dari perekonomian digital yang berkembang pesat," katanya.

Programme Lead ASEAN Impact Challenge (AIC) Era Natasha mengatakan, inovator berbasis teknologi memiliki peluang terbesar untuk menciptakan dampak sosial dalam skala besar. 

"Indonesia adalah rumah bagi startup teknologi yang menempatkan dampak sosial sebagai inti dari bisnis mereka dan jumlahnya terus bertambah," katanya.

AIC, kata ia, hadir untuk memainkan peran penting dalam mempertemukan perusahaan teknologi untuk menjadi katalisator kemitraan yang dapat membawa dampak sosial yang lebih besar.

Baca Juga: Mengenal 4 Startup 'Unicorn' dari Indonesia

Co-Founder & CEO Warung Pintar Agung Bezharie mengatakan, Warung Pintar didirikan dengan misi untuk mengubah bisnis mikro. "Fokus utama kami adalah perkembangan dan pertumbuhan para pemilik kios kami," katanya.

Ia menegaskan, dalam jangka satu tahun sejak berdiri, Warung Pintar telah membantu lebih dari 1.000 kios untuk berinovasi dan memperbaiki bisnis. 

"Di kuartal ketiga tahun 2018, tercatat ada peningkatan signifikan dari pendapatan para pemilik kios sampai 37 persen dari kuartal sebelumnya," katanya. 

Grab Ventures pada 2018, mengumumkan alokasi dana sebesar 250 juta dolar untuk membantu startup teknologi Indonesia untuk merambah wilayah Asia Tenggara dengan program Grab Venture Velocity. 

Grab Ventures Velocity adalah sebuah program peningkatan (scale-up), dan mendapatkan dukungan luas di ekosistem teknologi Indonesia dan Asia Tenggara, baik dari mitra sektor publik maupun swasta. 

Program tersebut mendukung mitra startup dengan memberikan akses ke pasar regional, pendampingan bimbingan (mentorship), pembuktian konsep sampai investasi strategis.