Gojek Punya Logo Baru Bernama Solv, Apa Maknanya?

Gojek Punya Logo Baru Bernama Solv, Apa Maknanya?
Logo terbaru Gojek (Sumber: IG @gojekindonesia)

Gojek mengumumkan pergantian logo baru pada hari ini, Senin (22/07) di Jakarta. Logo tersebut diberi nama “Solv”. Awalnya, logo Gojek adalah gambar pengendara motor dengan tiga garis melengkung di atasnya, yang merupakan lambang wifi dan berwarna hijau. Kini, logo Gojek tampak lebih sederhana, berupa lingkaran tak penuh yang di tengahnya terdapat sebuah titik besar.

Apa sebetulnya makna dari logo tersebut? Nadiem Makarim, Sang Founder melalui rilis resmi perusahaan mengatakan bahwa logo ini menggambarkan semangat Gojek untuk terus memberikan solusi pintar bagi konsumen saat menghadapi tantangannya.

“Logo ini melambangkan satu tombol untuk semua. Di lain pihak, lingkaran di logo baru ini mewakili ekosistem Gojek yang semakin solid memberikan manfaat untuk semua,” ungkapnya.

Bersama dengan logo baru tersebut, dibawalah semangat kerja Gojek yang dirangkum dalam tagline #PastiAdaJalan. Gojek berkomitmen untuk memberikan kemudahan bagi pengguna jasa baik itu konsumen, mitra maupun merchant dengan teknologi.

Jika diperhatikan lebih seksama, logo baru ini juga sangat mirip dengan simbol pengemudi dalam layanan Go-Ride di aplikasi Gojek. Ini tentunya bukan kebetulan semata. Logo ini juga menjadi bentuk apresiasi perusahaan kepada para mitra driver.

“Kami bangga dengan para mitra Gojek yang mampu berkembang bersama kemajuan teknologi, sehingga mereka bisa diandalkan oleh semua lapisan masyarakat kapan pun, di mana pun,” lanjutnya.

Nadiem menambahkan bahwa mitra driver ini berperan aktif dalam menggerakan pertumbuhan ekonomi digital dengan membantu mempermudah hidup jutaan masyarakat setiap hari.

Baca juga: Gojek Berikan "Hadiah" Bagi Mitra Driver Bintang Lima

Sementara itu, manajemen Gojek memaknai rebranding ini sebagai bentuk evolusi. Gojek saat kemunculannya dikenal dengan aplikasi ride-hailing yang membantu pergerakan manusia. Kini, Gojek telah menjelma menjadi aplikasi super (super apps) untuk mobilisasi orang, barang dan uang.

“Kami memulai layanan dengan ride-hailing tapi hanya dalam waktu singkat kami telah berevolusi menjadi yang terdepan di layanan transportasi, pesan-antar makanan, pembayaran digital, logistik, serta layanan merchant,” jelas Andre Soelistyo, Presiden Gojek Grup.

Pertumbuhan start up yang kini sudah menjadi decacorn ini bisa dikatakan sangat pesat. Dalam kurun waktu tiga tahun, dari Juni 2016 hingga Juni 2019, jumlah transaksi yang diproses dalam platform on-demand tersebut melesat hingga 1.100% atau 12 kali lipat.

Pertumbuhan signifikan ini didorong oleh peningkatan permintaan konsumen akan layanan terintegrasi dari Gojek. Gojek yang dimulai dengan 20 mitra pengemudi, kini telah bekerja sama dengan lebih dari 2 juta mitra pengemudi, 400 ribu mitra merchant dan 60 ribu penyedia jasa di Asia Tenggara.  

“Saat ini, di ekosistem kami sudah terdapat tiga aplikasi super yang saling berkaitan untuk membantu konsumen, mitra dan merchant,” ungkap Kevin Aluwi, Co-Founder Gojek.

Di sisi aplikasi konsumen, Gojek telah berevolusi dengan menghadirkan 22 layanan on-demand dari yang awalnya hanya 3 layanan. Platform ini juga memberi manfaat sosial dengan memperkenalkan fitur chat sejak April lalu. Selain itu, fasilitas “tipping” atau pemberian tips secara cashless yang disediakan Gojek telah mengumpulkan total dana 285 Milyar rupiah.

Di sisi aplikasi mitra, Gojek berevolusi tidak hanya sekedar mempermudah mitra mendapat order, tetapi juga membuka akses bagi mereka pada berbagai produk finansial serta fitur keselamatan dan keamanan. Sementara itu di sisi mitra merchant, platform Gojek telah berevolusi menjadi sebuah aset digital untuk ekspansi bisnis dan naik kelas.

Baca juga: Visa Suntik Dana Ke Gojek, Jalin Kolaborasi Tingkatkan Inklusi Keuangan