Gerak Cepat PTPP Dalam Bangun Ibu Kota Baru

Gerak Cepat PTPP Dalam Bangun Ibu Kota Baru
Ibu Kota Negara (IKN) yang baru memvisualkan; Simbol Identitas Negara dilengkapi Monumen Pancasila/Sumber: Bahan Paparan Menteri PUPR

PT PP Tbk (PTPP) bergerak cepat dalam pembangunan Ibu Kota baru di Kalimantan. Hal itu dibuktikan dengan melakukan persiapan konstruksi.

Perlu diketahui, sebelumnya Kementerian PUPR tengah menjajaki desain yang tepat untuk Ibu Kota setelah sayembara yang sebelumnya digelar sudah menghadirkan tiga pemenang.

"Kita lakukan supaya tidak ketinggalan. Jadi ini kita mulai lakukan persiapan konstruksi," jelas Dirut PT PP Lukman Hidayat dalam keterangan resmi, Selasa 7 Januari 2020.

Menurut Lukman, pembangunan untuk Ibu Kota baru sudah masuk dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP).

"Ke depan kita tentu harus bagaimana membuat tantangan jadi peluang untuk dunia konstruksi. Kita tahu Indonesia masih banyak pembangunan infrastruktur," tambahnya.

Lukman menegaskan, instruksi Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir adalah agar memperkuat bisnis properti yang mana pada tahun 2020 masih akan penuh tantangan. Di satu sisi alokasi pemerintah terbatas.

“Khususnya PP harus kembangkan bisnisnya dan tentu harus tumbuh dari tahun sebelumnya. Investasi proyek baru untuk datangkan income ke depan. Ini upaya yang kita lakukan agar tumbuh," tuturnya.  

Dalam kesmepatan terpisah, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan, Softbank bakal ikut berinvestasi dalam pembangunan Ibu Kota baru di Kalimantan Timur. Adapun perusahaan asal Jepang itu disebutkan bakal mengucurkan investasi senilai USD100 miliar.

Selain Softbank, Luhut mengungkapkan pada Jumat (10/1/2020) mendatang dia akan kedatangan CEO US International Development Finance Corporation Adam Boehler. Lembaga tersebut disebutnya akan menanamkan modal di BUMN.

Menurut Luhut, hal ini tidak pernah dalam sejarahnya AS akan investasi di BUMN. Mereka akan bawa US$5 miliar tahap pertama, dan Presiden sudah challenge (menantang) ini untuk US$10 miliar. Kalau ini semua bisa dieksekusi, kita akan masukkan tadi di dalam toll road dan akan buat 75 rumah sakit dan 80 hotel yang nanti bisa di-IPO-kan ke depan.

Baca juga: Tahun 2021, PT PP Siap Rampungkan Proyek Tangki Timbun Pulau Nipa