Genjot Produksi Kilang Balongan, Pertamina Berupaya Tekan Impor Avtur 60%

Genjot Produksi Kilang Balongan, Pertamina Berupaya Tekan Impor Avtur 60%

PT Pertamina (Persero) tengah berupaya untuk menekan kuota impor avtur hingga 60 persen di tahun ini. Salah satu upaya yang dilakukan Perseroan adalah dengan menggenjot produksi dari kilang Balongan sebesar 1.900 kiloliter (Kl) per hari.

Wakil Direktur Pertamina Ahmad Bambang mengungkapkan, pihaknya tengah berupaya untuk menambah kapasitas produksi kilang yang terletak di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, tersebut.

“Kebutuhan impor bahan bakar untuk pesawat mencapai 3.180 kiloliter (Kl) per hari. Kalau 1.900 Kl per hari bisa diproduksi sendiri, berarti impornya tinggal 1.200-an Kl per hari,” kata Ahmad Bambang, Selasa (24/1).

Menurut Ahmad Bambang, ini juga merupakan salah satu upaya Perseroan untuk mengimbangi kebutuhan avtur dalam negeri yang terus meningkat setiap tahunnya. Dimana terdapat beberapa bandar udara yang memiliki kebutuhan avtur dalam jumlah besar, seperti Bandar Udara Internasional Soekarno Hatta (Soetta), Bandar Udara International Ngurah Rai, Bandar Udara International Sultan Hasanuddin, Bandar Udara International Juanda, dan Bandara Udara Internasional Halim Perdanakusuma.

“Untuk Soetta, kebutuhannya saat ini sudah 700 Kl per hari, Halim sudah menjadi yang terbesar keempat. Kalau sudah seperti itu, kita harus kembangkan produksi dalam negeri kalau tidak, kita impor,” jelas Ahmad Bambang.

Sejauh ini, lanjut Ahmad Bambang, Perseroan telah memetakan skema produksi bertahap yang akan dikejar pada kilang Balongan. Selain itu, juga akan digunakan teknologi yang dapat memaksimalkan kinerja kilang, juga melakukan perawatan rutin atau turn around terhadap kilang.(DD)