Genjot Pendapatan Rp1 Triliun di 2019, Campina Terus Bidik Pasar Es Krim Remaja

Genjot Pendapatan Rp1 Triliun di 2019, Campina Terus Bidik Pasar Es Krim Remaja
Produsen es krim PT Campina Ice Cream Industry Tbk. yang tahun ini menargetkan pendapatan di atas Rp1 triliun melakukan terobosan dan inovasi baru dengan meluncurkan es krim ‘Summer Barz – Frozen Berry’./Sumber: Campina

Produsen es krim PT Campina Ice Cream Industry Tbk. yang tahun ini menargetkan pendapatan di atas Rp1 triliun melakukan terobosan dan inovasi baru dengan meluncurkan es krim ‘Summer Barz – Frozen Berry’. Varian baru ini merupakan water-based ice dengan dengan potongan buah stroberi asli yang memiliki cita rasa yang unik, sensasi asam dan manis stroberi menawarkan sensasi menyegarkan. 

Menurut Mustofa Sa’adji, Brand Manager Campina, ‘Summer Barz-Frozen Berry’ diramu menggunakan bahan-bahan terbaik sehingga menghasilkan cita rasa lezat dan unik serta memiliki tekstur yang lembut saat menyentuh lidah.

Baca juga: Unilever Indonesia Raih Halal Top Brand 2017 untuk Produk Es Krim Wall’s

“Es krim ‘Summer Barz – Frozen Berry’ kami luncurkan untuk mengisi pasar es krim khususnya para penggemar water-based ice yang di Indonesia sangat meningkat jumlahnya. Selama ini, belum ada water-based ice dengan potongan buah segar yang diproduksi dengan skala pabrik. Biasanya hanya dalam versi home made,” ungkap Mustofa Sa’adji dalam pernyataan resminya, akhir pekan lalu.

Dia mengatakan sebelum peluncuruan yang digelar di Snow Bay Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Campina telah membuat riset terhadap 1.223 responden dengan rentang usia 16-25 tahun.

“Campina di tahun 2019 ini punya program terbaru dengan mengutamakan needs dari konsumen. Berbagai masukan dari konsumen, untuk improvisasi Campina, kami tampung kemudian kami wujudkan menjadi sebuah produk. Salah satunya adalah ‘Summer Barz – Frozen Berry’ di tahun ini,” ujar Mustofa.

Mustofa menambahkan sensasi rasa kombinasi manis dan asam dalam es krim tersebut, memberikan kesegaran dan cocok bagi pecinta es berbasis buah-buahan. “Es krim ini menyasar anak-anak muda di rentang usia 16-25 tahun yang memiliki sifat energik, kreatif, berpikiran terbuka dan sangat menimati hidup,” katanya.

Berdasarkan data yang ada es krim untuk anak-anak dan remaja diketahui memberikan kontribusi besar pada pendapatan Campina setiap tahunnya. Sebagai catatan pada akhir 2018, CAMP membukukan kenaikan pendapatan 2% year on year (yoy) menjadi Rp 961,14 miliar yang diikuti dengan laba bersih yang naik 43% yoy menjadi Rp61,95 miliar di akhir 2018. Keuntungan di tahun 2018 ditopang oleh penjualan es krim segmentasi anak-anak dan remaja sekitar 60% hingga 70%.

Baca juga: Glico Wings Bidik Posisi 3 Besar Produsen Es Krim Indonesia