Gaet Rp11,2 T dari Rights Issue, Lippo Karawaci Fokus Bayar Utang dan Selesaikan Meikarta

Gaet Rp11,2 T dari Rights Issue, Lippo Karawaci Fokus Bayar Utang dan Selesaikan Meikarta
Penyelesaian proyek Meikarta adalah salah satu fokus PT Lippo Karawaci Tbk. pasca menggaet dana dari rights issue senilai Rp11,2 triliun/Foto: cikarangtv

PT Lippo Karawaci Tbk. telah merampungkan penawaran umum saham terbatas (rights issue) senilai Rp11,2 triliun. Dana tersebut akan dialokasikan perseroan untuk membayar utang, memastikan penyelesaian proyek termasuk Meikarta dan memulai strategi baru.

“Penawaran umum terbatas merupakan komponen integral transformasi strategis perusahaan, kami senang telah menerima dukungan kuat dari para pemegang saham," kata CEO PT PT Lippo Karawaci Tbk, John Riady, dalam keterangan tertulisnya, Selasa (16/7).

Baca juga: Lippo Cikarang Catatkan Pendapatan Rp2,2T di 2018

Beberapa investor institusional global termasuk George Raymond Zage III, Chow Tai Fook Nominee Limited, Gateway Partners dan lainnya telah berpartisipasi dalam penawaran umum terbatas tersebut. Para investor tersebut telah menginvestasikan lebih dari US$230 juta di Lippo Karawaci dan ini merupakan bukti kembalinya keyakinan para investor pada fundamental jangka panjang perseroan serta kemampuan manajemen melaksanakan rencana transformasi.

Sementara keluarga Riady, yang memiliki 48,7% saham di Lippo Karawaci melalui PT Inti Anugerah Pratama (IAP) dan perusahaan anak bertindak selaku pembeli siaga dan melaksanakan penuh haknya sesuai dengan porsi kepemilikannya dalam perseroan.

Lebih lanjut John Riady mengatakan keberhasilan menyelesaikan penawaran umum terbatas membuat Lippo Karawaci memiliki pijakan keuangan yang lebih kokoh serta memberikan fleksibilitas mewujudkan strategi pertumbuhan perseroan. "Kami berterima kasih atas kembalinya kepercayaan pasar pada Lippo Karawaci sejauh ini, dan kami akan terus fokus pada eksekusi serta menghasilkan nilai tambah bagi para pemegang saham.”

Sejak pengumuman rencana transformasi Lippo Karawaci pada 12 Maret 2019, harga saham perusahaan ini tercatat melambung dan obligasinya menjadi salah satu yang berkinerja terbaik di Asia. Transformasi perseroan kata dia, tepat waktu mengingat peringkat Indonesia baru saja ditingkatkan serta terpilihnya kembali Presiden Joko Widodo. "Ini memicu momentum pertumbuhan Indonesia serta meningkatkan optimisme terhadap LPKR sebagai salah satu perusahaan real estat terbesar di Indonesia," tambah John.

Tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI), Lippo Karawaci adalah perseroan real estat terintegrasi dengan total aset US$3,9 miliar per 31 Maret 2019. Bisnis inti perseroan terdiri dari pengembangan perumahan di daerah perkotaan, lifestyle malls dan layanan kesehatan. Perseroan juga secara aktif terlibat dalam pengembangan terintegrasi, perhotelan, pengembangan dan manajemen perkotaan, serta layanan manajemen aset.

Lippo Karawaci hadir di 36 kota, perseroan adalah pengembang properti terkemuka di Indonesia dengan 1.283 ha landbank yang siap untuk dikembangkan. Melalui dua anak perseroan publik yang tercatat di bursa, PT Lippo Cikarang Tbk, dan PT Gowa Makassar Tourism Development Tbk. Selain itu, perusahaan ini juga memiliki 51,05% saham PT Siloam International Hospitals Tbk, jaringan rumah sakit swasta terkemuka di Indonesia, dengan 37 rumah sakit di 28 kota di seluruh Indonesia.

Lippo Karawaci juga memiliki dua REITs yang tercatat di bursa efek Singapura, yaitu First Real Estate Investment Trust dan Lippo Malls Indonesia Retail Trust dengan aset yang dikelola masing-masing US$1,0 miliar dan US$ ,5 miliar, per 31 Maret 2019.

Baca juga: Lippo Karawaci Bukukan Pendapatan Rp4,9 Triliun