Express Lirik Investor Strategis Asal Jepang untuk Pengadaan Taksi Baru

Express Lirik Investor Strategis Asal Jepang untuk Pengadaan Taksi Baru
Operator taksi Express lirik investor asal Jepang untuk tambah armada./Sumber: Express

PT Express Transindo Utama Tbk. mengumumkan tengah melirik investor strategis asal Jepang untuk pengadaan armada taksinya. Digandengnya investor asal Jepang adalah strategi menekan kas pengeluaran perusahaan dan tetap memperoleh revenue.

Direktur Keuangan PT Express Transindo Utama Tbk. Megawati Affan mengatakan investor strategis tersebut berasal dari salah satu perusahaan teknologi dari Jepang. "Pola kerja samanya sama dengan kerja sama Express dan Wuling. Mereka investasi di unit dan kami yang mengelola armadanya," katanya di Jakarta pekan ini.

Baca juga: Bayar Utang ke BCA, Express Group Lepas Aset Tanah

Meski demikian pihak Express belum bersedia mengumumkan jumlah armada yang akan disiapkan investor asal Jepang itu. Sebelumnya, perseroan telah menerapkan kerja sama tersebut dengan Wuling Motor yang mensuplai 150 unit armada taksi. Perseroan menilai strategi kerja sama seperti itu lebih efisien karena perusahaan tetap memperoleh penghasilan di tengah aset armada yang kian menyusut jumlahnya.

Booming taksi online membuat pangsa pasar perusahaan taksi seperti Express tergerus. Operator taksi milik Grup Rajawali ini diketahui merugi dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2014, Express masih membukukan laba bersih senilai Rp119 miliar. Tapi tahun berikutnya labanya menciut jadi Rp34 miliar. Inilah kali terakhir Express mencatatkan laba.

Pada 2018, perseroan membukukan rugi Rp837 miliar alias naik empat kali lipat dari kerugian di 2016 sebesar Rp185 miliar. Tahun ini pun nasib Express belum berubah. Dalam laporan keuangan yang dipublikasikan, Express membukukan kerugian sebesar Rp42 miliar.

Baca juga: Awal Februari, Express Group Gelar RUPS Restrukturisasi Utang