Esensi: Mulai Bergerak Positif, Penjualan Semen Domestik Naik 6,6%

Esensi: Mulai Bergerak Positif, Penjualan Semen Domestik Naik 6,6%

Industri semen Indonesia terlihat mulai bergairah dengan tingkat penjualan di pasar domestik yang mulai terus tumbuh dan memperlihatkan sinyal positif, setelah sempat dilanda perlambatan pertumbuhan. Salah satu faktor kenaikan tersebut juga ditopang oleh program percepatan pembangunan yang tengah digalakkan Pemerintah.

Esensi Berita

  1. Sepanjang kuartal I-2018 penjualan semen di pasar domestik tercatat 15,7 juta ton atau tumbuh sekitar 6,6% year on year (yoy), yang ditopang oleh konsumsi semen bulan Maret yang mencapai 5,21 juta ton atau naik 3,4% yoy.
  2. Dalam keterangan yang dilansir Kontan.co.id, Kamis (19/4/2018), Asosiasi Semen Indonesia (ASI) mencatat pertumbuhan permintaan semen selama Maret terungkit oleh konsumsi semen di Sumatra dan Kalimantan yang masing-masing naik 9% dan 7%.
  3. Kenaikan penjualan di pasar domestik juga dialami PT Semen Indonesia (Persero) Tbk di sepanjang kuartal I-2018 yang berhasil menjual 6,19 juta ton semen atau tumbuh 1,14% yoy
  4. Tak cuma di pasar dalam negeri, ASI mencatat, secara nasional ekspor clinker dan semen bahkan melesat sekitar 81% menjadi 700.000 ton.

Info Terkait

  1. Seperti dikutip Gatra.com, Kamis (19/4/2018), ASI mencatat penurunan penjualan semen untuk wilayah Provinsi Jawa Timur dan DKI Jakarta yang diduga, karena belum adanya pembangunan fisik dari infrastruktur baru dan dari proyek sejuta rumah.
  2. Sejak tahun 2017, konsumsi semen terus mengalami kenaikan, dibandingkan tahun, 2016 yang mengalami penurunan sebesar 0,5% konsumsi semen secara nasional.
  3. Menurut data yang dilansir Merdeka.com, Industri semen di tanah air didominasi oleh tiga produsen utama, yaitu Semen Indonesia sebagai perusahaan BUMN produsen semen terbesar dengan pangsa pasar 43% diikuti oleh Indocement Tunggal Prakarsa dengan pangsa pasar 28% dan Lafarge-Holcim Indonesia dengan pangsa pasar sekitar 14%.
  4. Terkait pasar Ekspor, menurut data tahun 2017, pasar yang paling berpotensi bagi pertumbuhan ekspor semen meliputi Bangladesh, benua Afrika, Australia, Filipina dan Timur Tengah.(DD)