Erick Thohir, Sang Pebisnis yang Siap Berinovasi di Kabinet Kerja Jilid II

Erick Thohir, Sang Pebisnis yang Siap Berinovasi di Kabinet Kerja Jilid II
Erick Thohir. Sumber: Twitter @erickthohir

It’s kind of fun to do the impossible,” tulis Erick Thohir di biodata akun Twitter miliknya. Hal-hal yang awalnya tampak tidak mungkin, berhasil dilakukan olehnya. Siapa yang menyangka putra Indonesia ini membeli klub sepakbola Italia ternama Inter Milan pada tahun 2013? Ketika itu tidak banyak pengusaha negara berkembang yang mampu mengakuisisi klub sepakbola kelas dunia.

Nama Erick Thohir kembali ramai dibincangkan di media ketika ia terpilih menjadi ketua INASGOG, badan yang mengelola Asian Games 2018 yang digelar di Indonesia. Di bawah koordinasi Erick, laga Asian Games berjalan sukses dan mendapat banyak apresiasi, baik dari dalam maupun dari luar negeri. 

Setelah sukses di Asian Games, Erick kemudian ditunjuk menjadi ketua tim pemenangan Jokowi – Ma’ruf Amin dalam Pilpres 2019. Kiprah sang pebisnis berusia 49 tahun ini rupanya tak berhenti di sini. Sehari setelah pelantikan Presiden Jokowi dan Wapres Ma’ruf Amin tanggal 20 Oktober 2019, Erick Thohir dipanggil ke istana di mana Presiden Jokowi menawarkan dirinya membantu presiden pada periode jabatan keduanya.

Erick tercatat sebagai Komisaris Utama PT Mahaka Radio Integra Tbk (MARI) sejak 2015. Ia juga Komisaris Utama PT Visi Media Asia Tbk (VIVA) pemilik stasiun televisi TVOne dan ANTV. Ini adalah antara lain jabatan yang siap dilepaskannya untuk fokus bekerja membantu presiden. 

Hari ini Erick Thohir diumumkan menjabat menteri BUMN pada kabinet kerja jilid II.

Tak banyak yang tahu, Erick memulai kiprah bisnisnya di sektor makanan, yaitu mengelola restoran Hanamasa dan Pronto pada awal 1993-1998. Bisnis tersebut merupakan salah satu warisan dari sang ayah, Teddy Thohir. Almarhum sang ayah adalah tipe pebisnis yang merintis bisnisnya dari nol, dengan mulai dari bekerja di perusahaan. Teddy sempat berkarir di Astra International dimana ia memulai sebagai staf dan seiring semakin berkembangnya perusahaan itu, karier Teddy juga berkembang pesat hingga menjadi direktur dan pemegang saham. 

Dari bisnis restoran, Erick merambah ke bisnis trading. Bersama tiga rekannya semasa kuliah, ia mendirikan perusahaan trading mulai dari semen, pupuk, beras, kapur dan bahan kebutuhan lainnya. 

Pada tahun 2000, Erick mencoba merambah bisnis media, dengan membeli perusahaan billboard dan radio, hingga media cetak seperti Republika dan Golf Digest. Dari sanalah, bisnis media yang dikelola Erick mulai berkembang di bawah bendera Mahaka. 

Erick sempat belajar mengenai bisnis media kepada pendiri harian Kompas Jakob Oetama dan bos Jawa Pos Dahlan Iskan. Hingga tahun 2009, Grup Mahaka milik Erick Thohir memiliki beberapa media ternama seperti stasiun televisi JakTV, stasiun radio GEN 98.7 FM, Jak FM, Prambors FM, Delta FM, dan FeMale Radio.

Olahraga Tidak Hanya Hobi, Tetapi Bisa Menjadi Lahan Bisnis

Erick dikenal sangat menyukai olah raga. Ketertarikan ini sudah ditunjukkannya sejak di Amerika. Pada tahun 2012, Erick Thohir bersama Levien menjadi pemilik saham mayoritas klub D.C. United yang merupakan sebuah klub sepak bola profesional Amerika Serikat (Major League Soccer) yang berbasis di Washington, DC.

Erick yang gemar olahraga bola basket pernah menjabat sebagai Ketua Umum Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (PERBASI) periode 2006–2010 dan menjabat sebagai Presiden Asosiasi Bola Basket Asia Tenggara (SEABA) periode 2006 – sekarang. Tahun 2012 ia dipercaya sebagai Komandan Kontingen Indonesia untuk Olimpiade di London. Ia menjadi orang Asia pertama yang pernah memiliki tim bola basket NBA ketika ia membeli saham Philadelphia 76ers. 

Erick sangat percaya pada potensi bisnis dari olahraga. Ia bercita-cita menjadikan olahraga tak hanya sebagai hobi, tetapi juga sebagai lahan bisnis yang menguntungkan bagi atlet dan juga pemilik klub.

Pada tahun 2013 Erick Thohir membuat gebrakan dengan membeli 70 persen saham klub sepakbola Inter Milan, dari pemilik sebelumnya, Massimo Moratti senilai 350 juta Euro atau setara Rp 5,3 triliun. Namun kepemilikan ini hanya bertahan selama sekitar 3 tahun. Pada 2016 Erick Thohir memutuskan untuk menjual saham miliknya kepada perusahaan asal China.

 

Biodata

Nama: Erick Thohir

Tempat tanggal lahir: Jakarta, 30 Mei 1970

Agama: Islam

Umur: 49 tahun

Orang Tua: Teddy Thohir (ayah), Edna Thohir (ibu)

Kakak: 

  • Hireka Viteya (dikenal dengan nama Rika Thohir) 58 tahun
  • Garibaldi Thohir (dikenal dengan nama Boy Thohir) pengusaha batu bara 54 tahun presiden direktur PT Adaro Energy Tbk (ADRO) orang terkaya ke-16 di Indonesia versi Forbes tahun 2018 dengan total kekayaan USD1,67 miliar

Istri: Elizabeth Tjandra
Anak: Mahatma Arfala Thohir, Mahendra Agakhan Thohir, Makayla Amadia Thohir, Magisha Afryea Thohir

Pendidikan:

  • Bachelor of Arts dari Glendale University, Amerika Serikat
  • Master of Business Administration dari National University (California), Amerika Serikat (1993)

Erick memimpin PT Mahaka Media Tbk sebagai Direktur Utama hingga 2008, kemudian menjabat sebagai Komisaris Utama PT Mahaka Media Tbk (ABBA) sejak Juni 2010 dan menjabat sebagai Komisaris Utama PT Mahaka Radio Integra Tbk (MARI) sejak 2015.

Wakil Komisaris Persib Bandung

Presiden (chairman) klub Inter Milan (2013-2018)

Direktur Oxford United (2018-sekarang)

Presiden Asosiasi Bola Basket Asia Tenggara (SEABA) 3 periode sejak 2006

Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI) 2015-2019

Anggota Dewan Kehormatan PERBASI (2015-2019)

Anggota Central Board Federasi Bola Basket Internasional FIBA (2015-2019 dan 2019-2023)