Erick Thohir Buka Suara Terkait Alasan Buyback Saham 12 BUMN

Erick Thohir Buka Suara Terkait Alasan Buyback Saham 12 BUMN
Menteri BUMN, Erick Thohir (Sumber: dok Kementerian BUMN)

Menteri BUMN, Erick Thohir akhirnya buka suara terkait keputusannya meminta 12 BUMN melakukan aksi buyback. Sebagai informasi, beberapa perusahaan BUMN yang sudah go public akan melakukan buyback saham antara lain PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI), PT Bank Negara Indonesia (BBNI), PT Bank Mandiri (BMRI), PT Waskita Karya (WSKT) dan beberapa perusahaan lainnya.

Aksi buyback ini dilakukan merespons menurunnya nilai Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Tentunya penurunan indeks ini bisa disebabkan oleh beberapa sentimen baik itu yang bisa dikontrol maupun tidak. Sentimen negatif pun berpotensi membuat investor menjauh.

Erick Thohir menyebutkan bahwa langkah buyback ini menjadi pembuktian bahwa pasar Indonesia besar cukup kuat ada atau tidaknya investor asing.

"Ketika asing tidak percaya sama kita ya kita jalan sendiri. Kita punya market yang besar," ungkap Erick di Jakarta, 11 Maret 2020.

Erick memberikan contoh sebagaimana kasus kelapa sawit. Ketika komoditas tersebut ditolak Uni Eropa, Indonesia dapat memanfaatkannya untuk kebutuhan dalam negeri. Pemanfaatan yang terlihat nyata adalah pembuatan B20 dan B30 dari bahan baku kelapa sawit.

Selanjutnya, Erick juga ingin memastikan bahwa perusahaan BUMN dapat memberikan kepastian deviden kepada pemegang saham.

"Kita akan coba bottom line-nya kalau bisa 30% untuk perusahaan yang sehat. Yang gak sehat ditutup aja. Nah kita coba melakukan ini supaya win-win karena dapet deviden," terang Erick.

Ia pun ingin memastikan secara kebijakan (policy) mana perusahaan yang sehat dan mana yang tidak. Perusahaan yang bergerak di bidang rumah sakit atau hotel ia nilai akan sangat bagus prospek ke depannya.

Baca juga: Cegah Pelemahan Ekonomi, 12 BUMN Siapkan 8 T Untuk Buyback Saham