Dukung BNPB Tangani Karhutla, Pertamina Sediakan Refueller Avtur

Dukung BNPB Tangani Karhutla, Pertamina Sediakan Refueller Avtur
Ilustrasi Pertamina membantu tangani karhutla (Sumber: dok. Pertamina)

PT Pertamina (Persero) mendukung Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kepulauan Riau. Perseroan yang bergerak di bidang migas tersebut mengoperasikan satu unit refueller produk Avtur dengan kapasitas 16 kiloliter (kl).

Refueller dikirimkan ke Bandara Japura Rengat dari Bandara Sultan Syarif Khasim (SSK) II dan sudah beroperasi sejak Rabu (11/09) pekan lalu.

“Rata-rata konsumsi avtur untuk helikopter water bombing BNPB sebesar 4 ribu liter per hari. Kami juga mengirimkan tim refueling dan awak bridger, khusus untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar helikopter,” ungkap Roby Hervindo, Unit Manager Comm, Rel & CSR Marketing Operation Region (MOR) I dalam rilis resmi perusahaan (19/09).

Baca juga: Catatan Apik Pertamina EP di Industri Hulu Migas

Selain bantuan berupa refueller avtur, Pertamina MOR I cabang Riau juga membagikan 5.300 masker kepada para konsumennya di wilayah Riau. Adapun untuk masyarakat di sekitar Terminal BBM (TBBM) Sei Siak, dibagikan sebanyak 500 masker beserta makanan tambahan seperti vitamin dan susu.

Karhutla telah menimbulkan dampak buruk bagi lingkungan, utamanya penurunan kualitas udara. BNPB telah merilis data indeks standar pencemar udara (ISPU) untuk beberapa daerah sekitar karhutla. Sejak Sabtu (14/09), ISPU tertinggi terjadi di Pekanbaru mencapai 269, disusul Dumai 170, Rohan Hilir 141, Siak 125, Bengkalis 121, dan Kampar 113.

Dalam pemeringkatan kualitas udara berdasarkan ISPU, maka udara dikatakan berkualitas baik jika memiliki nilai 0-50, kualitas sedang di angka 51 -100 dan tidak sehat di angka 101 – 199. Apabila nilai ISPU berada di rentang 200 – 299, maka kualitas udara dinyatakan sangat tidak sehat. BNPB juga mencatat bahwa luas lahan yang terbakar mencapai 49.266 hektare. Terdiri dari 40.553 hektare lahan gambut dan 8.713 hektare lahan mineral.

Sementara itu, operasional distribusi Pertamina tidak terhambat dengan adanya kabut asap. Penyaluran SPBU berjalan lancar dengan lebih dari 563 juta liter Premium telah disalurkan hingga September ini. Untuk produk berupa Pertamax Series, jumlah konsumsi mencapai 15,3 juta liter.
Produk lainnya seperti Solar bersubsidi telah tersalurkan sebanyak 568 juta liter. Sedangkan untuk Dex Series, total konsumsi mencapai 4,8 juta liter.

“Kami terus mendorong agar konsumen menggunakan BBM berkualitas seperti Pertamax dan Dex. Karena bahan bakar ini lebih ramah lingkungan, mengurangi polusi asap," tandas Roby.

Baca juga: Pertamina - Hutama Karya dan CPP Teken Kontrak Senilai USD262 juta