Dorong Aspek K3, MRT Jakarta Gelar SHES Award 2019

Dorong Aspek K3, MRT Jakarta Gelar SHES Award 2019
RT Jakarta Gelar SHES Award 2019 / Foto: Dok. MRT Jakarta

Dalam rangka menumbuhkan aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di lingkungan proyek pembangunan fase I, PT MRT Jakarta menandatangani Komitmen K3 sekaligus memberikan penghargaan kepada kontraktor proyek yang secara konsisten menerapkan prinsip-prinsip Safety, Health, Environment, Security (SHES) melalui SHES Award 2019.

Acara ini dihadiri oleh Direktur Pengawasan Norma Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Kementerian Ketenagakerjaan RI, Herman Prakoso, Direktur Keselamatan Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan RI, Edi Nursalam, serta Direktur Utama PT MRT Jakarta, William Sabandar.

Dalam keterangan resmi, Jumat 15 Februari 2019, William Sabandar menjelaskan, masing-masing kategori memiliki kriteria penilaian yang didasarkan pada aspek-aspek SHES yang diterapkan di proyek ini, seperti berhasil untuk meningkatkan sistem manajemen kesehatan, lingkungan, dan keselamatan kerja atau berkontribusi aktif pada Program Identifikasi Bahaya, termasuk melakukan langkah-langkah mitigasi risiko di area kerja.

Baca juga: Optimalkan Pengembangan TOD, Menhub RI Apresiasi MRT Jakarta

Menurutnya, SHES Award 2019 ini terbagi menjadi lima kategori penerapan SHES, yaitu Kontraktor dengan Kinerja SHES Terbaik, Kontraktor dengan Peningkatan Penerapan SHES Terbaik, Personel SHES Terbaik, Subkontraktor dengan Implementasi Terbaik, dan Kontraktor dengan Pencapaian Safe Man-hours Tertinggi.

“Perusahaan terus memutakhirkan strategi dan program-program yang terkait dengan aspek SHES setiap tahunnya, menyesuaikan perkembangan terbaru di bidang SHES yang berlaku secara internasional,” tambah William Sabandar.

Para penerima penghargaan SHES Award 2019 ini adalah:

•    Kontraktor dengan Kinerja SHES Terbaik: Shimizu-Obayashi-Wijaya Karya-Jaya Konstruksi JV dari CP104; •    Kontraktor dengan Peningkatan Penerapan SHES Terbaik: Tokyu-Wika Joint Operation (TWJO) CP 102; •    Personel SHES Terbaik: CP 101: Didik Gunawan (TWJO); CP 102: Musbar Taharudin (TWJO); CP 103: Alasmen Gultom (OSJ); CP 104: Widodo (SOWJ); CP 105: Edisa Putra Ginting (SOWJ); CP 106: Zaenal Husin (SMCC-HK); dan CP 107: Ismail Sulaiman (MOC); •    Subkontraktor dengan Implementasi Terbaik: CP 101: Wika Gedung; CP 102: CV Dika Konstruksi; CP 103: PT Jaya Obayashi; CP 104: PT Cokrosoemitro; CP 105: PT Trimatra Tatagraha; CP 106: PT Shinryo Indonesia; serta CP 107: PT Delta Buana Pratama. •    Kontraktor dengan Pencapaian Safe Man-hours Tertinggi (per 25 Desember 2018): Shimizu-Obayashi-Wijaya Karya-Jaya Konstruksi Joint Venture (SOWJ JV) dengan 7.529.270 safe man-hours

Menurut William Sabandar, hingga kini perkembangan konstruksi telah mencapai 98,7 persen dengan hasil audit eksternal SMK3 berdasarkan PP 50 Tahun 2012 (tingkat lanjutan) oleh PT Biro Klasifikasi Indonesia yang dilakukan pada Januari 2019 dengan hasil kesesuaian sebesar 92,17 persen (memuaskan) dengan Bendera Emas.

Baca juga: Bangun MRT Jakarta Fase 2, DKI – Kemenkeu Teken Perjanjian Dana Hibah

“Meski demikian, menjelang operasi Maret 2019 mendatang, kita harus memastikan SHES tidak lagi hanya di bagian konstruksi tapi juga mulai di bagian operasi dan pemeliharaan,” pungkasnya.