Ditargetkan Rampung 2025, Pembangunan MRT Jakarta Fase 2 Masuk Tahap Penataan Rekayasa Lalu Lintas

Ditargetkan Rampung 2025, Pembangunan MRT Jakarta Fase 2 Masuk Tahap Penataan Rekayasa Lalu Lintas
Direktur Utama MRT Jakarta, William Sabandar (Sumber: dok. MRT Jakarta)

Pembangunan MRT Fase 2, khususnya paket kontrak CP201 saat ini telah masuk ke tahap penataan rekayasa lalu lintas (traffic management). Paket kontrak ini meliputi pembangunan dua terowongan dari Stasiun Bundaran HI hingga Stasiun Harmoni sepanjang sekitar 1,9 kilometer.

Selain pembangunan terowongan, CP201 juga termasuk pembangunan Stasiun Thamrin yang panjangnya sekitar 455 meter dan Stasiun Monas dengan panjang sekitar 280 meter. Proyek ini dimulai pada 15 Juni 2020 lalu.

“Selama pembangunan Stasiun Thamrin, penataan rekayasa lalu lintas secara umum akan dilakukan dalam tiga tahap,” ungkap Direktur Utama PT MRT Jakarta (Perseroda) William Sabandar dalam acara forum jurnalis secara daring, 22 Juli 2020.

Tahap pertama akan dimulai pada akhir Juli 2020 hingga Maret 2023. Untuk tahap 2 akan dimulai pada April 2023 sampai dengan Desember 2023. Selanjutnya tahap 3 nantinya dimulai pada Januari 2024 hingga Maret 2025.

William juga memaparkan bahwa proyek fase 2 ini memiliki tingkat kesulitan yang lebih tinggi dibanding fase 1. “Tingkat kesulitannya luar biasa, mulai dari persoalan soft soil condition dan land subsidence hingga aspek cagar budaya,” tambah William.

MRT Jakarta sendiri telah menyiapkan rencana mitigasi yakni dengan soil improvement, sistem pengawasan bangunan (building monitoring system), dan metode konstruksi (construction method).

Direktur Konstruksi PT MRT Jakarta (Perseroda) Silvia Halim pun menjelaskan lebih rinci mengenai penataan rekayasa lalu lintas. Terdapat empat hal utama yang harus dilakukan yakni relokasi Tugu Jam Thamrin, pembongkaran jembatan penyeberangan orang Bank Indonesia, pembangunan Halte Transjakarta sementara dan konstruksi diaphragm wall serta site occupation.

Ia menambahkan bahwa Tugu Jam Thamrin merupakan bangunan cagar budaya sehingga akan direlokasi sementara dan akan dikembalikan dalam kondisi yang lebih baik.
“Meskipun JPO Bank Indonesia dibongkar, kami akan pastikan juga pejalan kaki tetap mendapat akses yang aman dan nyaman untuk menyeberang,” terang Silvia.

Terkait halte Transjakarta, MRT Jakarta akan membangun di dua lokasi, yaitu di depan Bank Indonesia dan di depan Wisma Mandiri. Meskipun sifatnya sementara, karena ini disiapkan untuk lima tahun ke depan, desainnya pun dikerjakan dengan baik dan layak.

Seperti diketahui, pembangunan fase 2 MRT Jakarta akan meliputi sembilan stasiun (Thamrin, Monas, Harmoni, Sawah Besar, Mangga Besar, Glodok, Kota, Mangga Dua, Ancol Barat) dan satu depo di Ancol. Paket kontrak CP201 diharapkan akan selesai pada Maret 2025 dan langsung dapat beroperasi melayani masyarakat.

Baca juga: Sukses dengan MRT Jakarta, WIKA Garap Proyek MRT di Taiwan