Diminati Pasar Amerika Serikat dan Eropa, Menteri Rini Minta PTPN XII Tingkatkan Produksi Kopi Arabica

Diminati Pasar Amerika Serikat dan Eropa, Menteri Rini Minta PTPN XII Tingkatkan Produksi Kopi Arabica
Menteri Rini saat berkunjung ke Perkebunan Kopi PTPN XII (Sumber: dok. Kementerian BUMN)

Saat berkunjung ke perkebunan kopi Kalisat Jampit milik PT Perkebunan Nusantara XII (PTPN XII) di Banyuwangi (16/07), Menteri BUMN, Rini Soemarno meminta perseroan untuk meningkatkan produksi kopi Arabica. Pasalnya jenis kopi ini lebih diminati pasar luar negeri ketimbang kopi jenis lainnya.

“Ini yang saya tekankan ke PTPN XII bisa mengonsentrasikan tanaman kopi ini. Karena kopi ini diminati secara internasional. Harganya jauh lebih bagus dibandingkan produksi kopi di PTPN yang lain,” ujar Rini.

Ia menambahkan bahwa kualitas kopi Arabica produksi PTPN XII sangat bagus. Saat berkunjung, Rini melihat sendiri proses pembuatannya. Mulai dari pemilihan biji kopi oleh petani hingga proses pengeringan biji kopi dan siap diekspor. Dengan kualitas yang bagus tersebut, ia menyayangkan bahwa kopi tersebut belum menjadi fokus bisnis perseroan.

Rini menegaskan proses pemupukan dalam tanaman kopi ini harus dijaga dengan baik. Sehingga, produksi kopi Arabica semakin meningkat dan bisa diekspor ke pasar luar negeri. Untuk saat ini, kopi Arabica milik PTPN XII sudah diminati pasar Amerika Serikat, Eropa dan Arab Saudi.

Baca juga: Rekomendasi Kafe Asik di Jaksel dan Jakpus ala Upperline!

Setiap tahunnya, Kebun Kalisat Jampit mampu memproduksi 1.000 ton Kopi Arabica. Kopi tersebut dibudidayakan dan diolah dengan cara wash and wet process serta kualitasnya terjamin karena sudah Utz Certified. Hal ini menjadikan kopi Arabica PTPN disebut sebagai Specialty Arabica Coffee yang telah terdaftar di Amerika dan dikenal dengan Java Coffee Jampit, Java Coffee Blawan, Java Coffee Kayumas, dan Java Coffee Pancoer.

Rini berharap agar selain kuantitas, kualitas kopi Arabica PTPN XII yang disebut sebagai Java Coffee ini juga ditingkatkan. Dengan begitu, bukan hal yang mustahil kopi tersebut menjadi primadona di pasar global. Satu hal lain yang disoroti Rini adalah kesejahteraan petani kopi. Rini mendorong agar manajemen perseroan memperhatikan kesejahteraan petani.

“Itu satu hal yang harus dihargai. Karena memilih kopi yang tepat menjadikan harga yang kompetitif,” jelasnya.

Ke depannya, Kebun Kalisat Sampit akan disiapkan untuk menjadi salah satu tempat pengembangan sapi perah dan pakan ternak PTPN XII. Pengembangan bisnis sapi perah ini sangat bagus didukung potensi besar PTPN XII berupa sumber mata air yang cukup, lahan perkebunan yang luas, serta ketinggian dan iklim yang cocok.

Pengembangan ini merupakan batu loncatan untuk masuk bisnis turunan lainnya seperti sapi potong, susu segar, keju, dan pupuk organik. Tujuannya tak lain adalah untuk mendukung program pemerintah dalam hal ketahanan pangan nasional. Terlebih lagi, PTPN XII juga akan mendapatkan penghasilan tambahan dari bisnis tersebut.

Baca juga: Pertamina - PTPN III Sukses Lakukan Engine Tes Pembangkit Listrik Biogas