Diberi Mandat Kembangkan Pelabuhan Kuala Tanjung, Pelindo I Butuh Dana Rp43 Triliun

Diberi Mandat Kembangkan Pelabuhan Kuala Tanjung, Pelindo I Butuh Dana Rp43 Triliun

PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) atau Pelindo I, membutuhkan dana sebesar Rp43 triliun untuk menjalankan mandat dalam mengembangkan Kawasan Industri dan Pelabuhan Kuala Tanjung di Kabupaten Batubara, Sumatera Utara. Amanat ini merujuk putusan Peraturan Presiden Nomor 81 tahun 2018 tentang Percepatan Pembangunan dan Pengoperasian Pelabuhan dan kawasan Industri Kuala Tanjung.

Taksiran akan biaya investasi terkait kebutuhan dalam pengembangan proyek pengembangan pelabuhan tersebut, sebagaimana diutarakan oleh Direktur Perencanaan Pengembangan Pelindo I, Iman Achmad Sulaiman.

“Anggaran Rp43 triliun total sampai ultimate waktu sampai ultimate 10-15 tahun, awalnya kami buat fase 1 nanti sampai fase 4 jadi kita juga lihat market sambil tumbuh,” ungkap Iman, dalam keterangannya yang dilansir Kumparan.com, Kamis (27/9/2018).

Pada tahap pertama, jelas Iman, pembangunan Pelabuhan Kuala Tanjung meliputi terminal multiguna dengan kapasitas arus peti kemas 600.000 TEUs. Ada enam segmen industri yang nantinya akan dikembangkan dalam kawasan tersebut, meliputi petrochemical, metal, semen, industri otomotif hingga makanan dan minuman.

“Beda dengan Sei Mangkei ada sawit based karena kita harapkan ke logistik,” ujar Iman.

Ke depan, Iman juga optimis kawasan industri itu bisa kian melebarkan sayap untuk tujuan ekspor. Saat  ini, pengerjaan pengembangan pelabuhan dan kawasan industri Kuala Tanjung tahap I telah mencapai 98,99%. Pelabuhan dan kawasan industri fase I ini akan melalui uji coba operasi pada Oktober 2018 mendatang.

Pelindo I akan memulai proyek tahap II untuk pengembangan kawasan industri seluas 3000 hektare. “Tahun depan mulai groundbreaking,” ungkap Iman.

Sementara itu, Direktur SDM dan Umum Pelindo I, M Hamied Wijaya, mengatakan bahwa pihaknya membutuhkan kesamaan visi dan dukungan dalam mengembangkan Pelabuhan Kuala Tanjung, sebagai Pelabuhan Hub Internasional dan Kawasan Industri Terpadu.

“Dengan konsep self generating cargo, Kuala Tanjung diharapkan akan menjadi Pelabuhan Hub Internasional yang sukses mewujudkan visi Pemerintah untuk menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia,” ujar Hamied, seperti dikutip KabarMedan.com, Kamis (27/9/2018).