Di Tengah Pandemi, Bongkar Muat Petikemas di Pelabuhan Domestik Pelindo I Naik 7,85 persen

Di Tengah Pandemi, Bongkar Muat Petikemas di Pelabuhan Domestik Pelindo I Naik 7,85 persen
Pelindo 1 (Sumber: dok. Pelindo 1)

PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) atau Pelindo 1 mampu mencatat kinerja positif sepanjang 2020 meski diterjang pandemi. Pencapaian ini didorong oleh sejumlah strategi yang dilakukan Pelindo 1 .

Berbagai strategi tersebut antara lain mendorong investasi di Pelabuhan Belawan dan Kuala Tanjung, mempercepat inovasi dan implementasi digital, serta meningkatkan kolaborasi dan partnership.

“Alhamdulillah, meskipun secara umum kondisi usaha dan bisnis cukup berat pada 2020, Pelindo 1 tetap mencatatkan pertumbuhan di sejumlah segmen usaha," ungkap Direktur Utama Pelindo 1 Dani Rusli Utama Selasa dalam keterangan resmi perusahaan 22 Januari 2021.

Kinerja positif Pelindo 1 ditopang segmen bongkar muat peti kemas. Segmen tersebut  tumbuh 6,35 persen dari 1,33 juta TEUs (twenty-foot equivalent unit) pada 2019 menjadi 1,42 juta TEUs pada 2020. 

Peningkatan bongkar muat peti kemas ini lebih banyak didorong oleh perdagangan domestik. Tercatat bongkar muat peti kemas di terminal domestik sepanjang 2020 mencapai 575.300 TEUs di Terminal Peti Kemas Belawan. 

Bongkar muat di terminal terbesar milik Pelindo 1 tersebut meningkat sebesar 7,85 persen dibandingkan tahun 2019 yang sebesar 533.406 TEUs. 

Adapun bongkar muat peti kemas untuk tujuan ekspor-impor sebesar 557.983 TEUs, relatif stabil dibandingkan tahun sebelumnya.

Peningkatan bongkar muat peti kemas yang signifkan terjadi di Pelabuhan Kuala Tanjung, dengan pertumbuhan sebesar 125 persen. 

Sementara kontribusi terbesar disumbang oleh Terminal Peti Kemas (TPK) Belawan, dengan porsi mencapai 80 persen dari total bongkar muat peti kemas Pelindo 1. Pelabuhan Pelindo 1 yang melayani bongkar muat peti kemas berada di wilayah Belawan, Kuala Tanjung, Dumai, Pekanbaru, Tanjungpinang, Sibolga, Lhokseumawe, Malahayati, Gunungsitoli, dan Tanjung Balai Karimun.

Dani menjelaskan, salah satu strategi yang dilakukan untuk mendongkrak kinerja pada 2020 adalah terus berinvestasi dan membangun infrastruktur. Pelindo 1 terus mengembangkan  pelabuhan dan kawasan industri Kuala Tanjung. 

Pengembangan tahap 1 telah selesai melalui pembangunan dan pengoperasian Kuala Tanjung Multipurpose Terminal (KTMT) dengan panjang dermaga 500 x 60 meter. Kapasitas petikemas dermaga tersebut adalah petikemas 600.000 TEUs dan tangki timbun CPO 100.000 Metric Ton.

KTMT memiliki fasilitas kelas dunia dengan draft dermaga mencapai 16-17 meter LWS (Low Water Spring) sehingga bisa melayani kapal raksasa sejenis Very Large Container Carrier (VLCC) dan Mother Vessel Container.

“Pelindo 1 tetap memberikan layanan yang optimal selama masa pandemi seperti saat ini dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat di seluruh lingkungan pelabuhan Pelindo 1 dalam pelayanan barang dan penumpang guna mengantisipasi penyebaran Virus Covid-19,” ujar Dani.

Selain itu, Pelindo 1 telah menyelesaikan pembangunan TPK Belawan Fase 2 yang  memiliki panjang dermaga 350 meter. TPK tersebut dilengkapi dengan peralatan bongkar muat modern seperti 4 unit Ship to Shore (STS) Crane, 12 unit Automatic Rubber Tyred Gantry (ARTG), dan 20 Terminal Tractor dengan container yard seluas 350 x 306 meter untuk mendukung aktivitas bongkar muat peti kemas.

“TPK Belawan Fase 2 siap beroperasi di awal triwulan satu tahun ini dan tentunya akan memberikan manfaat berupa peningkatan kapasitas, produktivitas bongkar muat, dan pemanfaatan teknologi,” jelas Dani.

Strategi lain, kata Dani, adalah mempercepat inovasi dan digitalisasi. Sejauh ini, Pelindo 1 telah memaksimalkan dukungan teknologi informasi untuk semakin meningkatkan efektivitas dan efisiensi layanan di pelabuhan melalui hadirnya layanan E-Berthing, E-Ticketing, dan E-Pass.

"Kami juga meningkatkan kolaborasi dan partnership dengan berbagai stakeholder dan investor agar layanan kami semakin baik,” pungkas Dani.

Baca juga: Pelindo 1 - Pertamina Kolaborasi Kelola Bunker BBM dan Jalur Pipa Gas di Kawasan Industri Kuala Tanjung