Di Tengah Ancaman Virus Corona, Pembangunan Proyek-proyek Hutama Karya Tetap Berjalan

Di Tengah Ancaman Virus Corona, Pembangunan Proyek-proyek Hutama Karya Tetap Berjalan
Salah satu proyek Hutama Karya (Sumber: dok. Hutama Karya)

PT Hutama Karya (Persero) mengaku akan tetap melanjutkan proyek-proyek yang sedang dikerjakannya, meski Indonesia tengah dibayang-bayangi wabah Virus Corona. Saat ini, BUMN karya tersebut tengah ditugasi pemerintah untuk mengerjakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) yakni pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS).

Meskipun demikian, bukan berarti Hutama Karya tidak menerapkan skema kerja Work From Home (WFH).Sejak Presiden Joko Widodo memberikan instruksi agar masyarakat bekerja dari rumah dan menghindari pertemuan dalam skala besar, Hutama Karya sudah mengikuti instruksi tersebut.

Senior Executive Vice President Sekretaris Hutama Karya, Muhammad Fauzan menyatakan bahwa skema WFH sudah diterapkan di seluruh lingkungan kerja dan wilayah operasional perusahaan baik di kantor pusat maupun proyek.

"Manajemen telah menerapkan contigency plan berisikan sejumlah peraturan yang diberlakukan bagi seluruh karyawan Hutama Karya," terang Fauzan.

Lebih lanjut Fauzan menjelaskan bahwa contingency plan tersebut berisi sejumlah peraturan yang harus ditaati oleh karyawan. Salah satunya adalah diberlakukannya WFH tersebut.

WFH diterapkan bagi karyawan yang menggunakan transportasi publik atau berusia lebih dari 50 tahun. Selain itu, skema ini diwajibkan bagi karyawan yang sedang hamil atau menyusui serta dalam status pemulihan kesehatan khusus yang rentan terhadap penurunan imunitas.

Penerapan aturan ini juga berlaku di seluruh wilayah operasional Hutama Karya termasuk proyek pembangunan JTTS. Manajemen Hutama Karya menegaskan bahwa kebijakan ini dipastikan tidak menghambat proses pembangunan JTTS.

"Manajemen telah menginstruksikan kepada Project Manager untuk melakukan pembagian kerja di Proyek/Ruas/Cabang tol dengan pembagian shift, membatasi waktu kerja serta menghindari pekerjaan lembur,” terang Fauzan. 

Ia pun menambahkan bahwa aksi cepat tanggap akan dilakukan oleh masing-masing proyek jika terdapat pekerja yang terinfeksi. 

"Jika ada yang terdeteksi, tim tanggap di proyek wajib melakukan penanganan lebih lanjut seperti mengisolasi dan berkoordinasi dengan rumah sakit rujukan yang terdekat," jelas Fauzan.

Selanjutnya, tim tanggap juga harus segera berkoordinasi dengan tim krisis divisi yang dimonitor langsung oleh manajemen Hutama Karya di Kantor Pusat.

Tak hanya itu, Hutama Karya juga telah menyusun berbagai skenario terkait respons jika terjadi penyebaran Covid-19 di lokasi proyek. Perseroan memastikan bahwa apabila subkon (sub kontraktor) yang saat ini bekerja di proyek tidak bisa melanjutkan proses bisnisnya karena COVID-19, maka akan disiapkan alternatif subkon.

Di tahun 2020 ini, Hutama Karya terus melanjutkan pembangunan JTTS. Beberapa ruas yang menjadi prioritas untuk penyelesaian di tahun ini adalah ruas tol Pekanbaru-Dumai sepanjang 131 kilometer (km). Saat ini, konstruksinya sudah mencapai rata-rata 97%. Ruas tol Sigli-Banda Aceh seksi 4 Indrapuri-Blang Bintang sepanjang 13,5 km juga menjadi prioritas. Saat ini progres pembangunannya telah mencapai rata-rata 99%.

Baca juga: HUT Ke-59, Hutama Karya Gelar Lomba Foto dan Karya Tulis untuk Jurnalis dan Umum