Di Tahun 2020, PGN Bakal Kebut 700 Jaringan Gas Rumah Tangga

Di Tahun 2020, PGN Bakal Kebut 700 Jaringan Gas Rumah Tangga
Ilustrasi PGN (Sumber: dok. PGN)

PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) baru saja menerima kehadiran Arcandra Tahar sebagai Komisaris Utama. Bergabungnya Arcandra setelah Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 21 Januari 2020 tersebut disambut positif oleh jajaran direksi PGN.

“Jajaran direksi tentunya mendukung, kehadiran beliau akan lebih memperkuat jajaran komisaris serta direksi dalam membangun serta memajukan PGN. Karena tugas PGN tidak hanya sebagai business entity saja, tapi kita juga harus mendukung penugasan pemerintah,” terang Direktur Utama PGN, Gigih Prakoso Suwarto, saat konferensi pers di Jakarta, 21 Januari 2020.

Ia pun yakin dengan latar belakang Arcandra di bidang minyak dan gas serta posisi yang dijabat sebelumnya yakni Wamen Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), ia bisa memberikan masukan bagi PGN.

Lalu, apa saja program yang sudah disusun dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) oleh PGN? Salah satunya adalah mendukung Perpres Nomor 40 Tahun 2016 yang dikeluarkan oleh pemerintah tentang penetapan harga gas.

“Tentunya ini tergantung pada kebijakan pemerintah dan SKK Migas nantinya seperti apa, kami terus terang sedang diskusi juga dengan Kementerian ESDM untuk upaya agar bisa mencapai yang digariskan pemerintah yaitu memberikan harga ke industri 6 dolar Amerika per mmbtu,” terang Gigih.

Selanjutnya mengenai Domestic Market Obligation (DMO) yang diusulkan pemerintah. Manajemen PGN telah menghitung kebutuhan gas untuk industri yang mendapatkan insentif dalam Perpres Nomor 40 adalah sebesar 320 mmscfd.

“Harapannya, bisa dipenuhi dari DMO dengan harga khusus. Dengan kepastian ini, tentunya suplai pasokan kepada industri akan bisa kita pastikan diterima industri, dengan harga sesuai willingness to pay sesuai kemampuan mereka,” lanjut Gigih.

Perseroan pun akan mendukung penuh program pemerintah dalam hal pembangunan jaringan gas. Target dari Kementerian ESDM adalah 10 juta sambungan pada tahun 2024. Tahun ini pemerintah bersama PGN akan menyelesaikan 700 ribu sambungan.

“266 sambungan dari APBN pemerintah, sisanya adalah program mandiri yang diinvestasikan oleh PGN,” ungkap Direktur Infrastruktur dan Teknologi PGN Redy Ferryanto di Kantor PGN, Jakarta.

PGN pun berkomitmen untuk menjalankan penugasan dari pemerintah yakni mendukung PLN mengkonversi pembangkit listrik bertenaga minyak (solar) ke tenaga gas. Program ini juga menjadi prioritas mengingat waktu yang diberikan pemerintah hanya dua tahun.

Baca juga: Arcandra Tahar, Mantan Wakil Menteri ESDM Kini Jadi Komisaris Utama PGN