Delegasi Laos Tertarik Beli Kereta Milik INKA

Delegasi Laos Tertarik Beli Kereta Milik INKA
Direktur Keuangan dan SDM PT INKA (Persero), Mardiannus Pramudya, memberikan penjelasan mengenai Bogie kepada Menteri dari Kantor Perdana Menteri Laos/Sumber: INKA

Terkait rencana pembelian kereta api produksi PT INKA (Persero), sejumlah delegasi dari Laos beserta Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk negara Laos, Pratito Soeharyo berkunjung ke Kota Madiun, akhir Agustus lalu.

Menurut Direktur Produksi, PT INKA (Persero), Bayu Waskito Sudadi, kunjungan Delegasi Laos itu merupakan tindak lanjut dari pertemuan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno dengan Perdana Menteri Republik Demokratik Rakyat Laos Thongloun Sisoulith di Vientiane, Laos Juni 2019, lalu.

Baca juga: 4 BUMN Ini Bidik Pasar Kereta Api Afrika

"Ini merupakan hasil tindak lanjut dari kunjungan ibu menteri Rini Soemarno ke Laos beberapa waktu yang lalu. Jadi mereka membuka peluang bisnis. Yang pertama mereka punya banyak hasil pertanian, tambang. Dan membutuhkan insfrasturtur selain jalan juga kereta," jelas Bayu dalam keterangan resmi, baru-baru ini.

Bayu menegaskan, dalam pertemuan beberapa waktu laku, Laos menawarkan sejumlah peluang kerja sama bisnis pada berbagai bidang mulai dari infrastruktur, kereta api, pertambangan, hingga pertanian.

"Jadi ini tindak lanjut, mereka datang kemari untuk menyampaikan lebih detail. Untuk mendevelop negara mereka, mulai jalan dan kereta api. Jadi pada saat kunjungan, kami juga mengejak PT Wijaya Karya (WIKA), dan juga PT Pupuk Indonesia," katanya.

Bayu menuturkan, setelah berkeliling melihat pabrik PT INKA, para delegasi dari Laos yang di antaranya Menteri dari Kantor Perdana Menteri Laos Alounkeo Kittikhoun dan Wakil Menteri Pekerjaan Umum dan Transportasi Laos Viengsavath Siphandone, mengaku tertarik untuk bekerja sama dengan PT INKA.

Dia menambahkan, Laos tertarik untuk membeli kerta penumpang dan kereta barang. Namun, dalam pertemuan tersebut belum disepakati nilai kontrak.

"Mereka membuka diri, yang jelas mereka punya strong intention kepada PT INKA. Tapi tadi belum masuk ke diskusi teknis. Rencanannya, setelah besok ketemu dengan bu menteri, baru akan diperjelas," pungkasnya.

Baca juga: INKA dan Perencana Dingin Malaysia Teken Kerja Sama