Dari Jogja Halal Fest 2018, BRI Syariah Berhasil Kantongi Perolehan Pembiayaan Rp9,6 Miliar

Dari Jogja Halal Fest 2018, BRI Syariah Berhasil Kantongi Perolehan Pembiayaan Rp9,6 Miliar

PT Bank BRI Syariah Tbk (BRIS) baru saja ikut memeriahkan Jogja Halal Fest 2018 yang di gelar pada tanggal 11 - 14 Oktober lalu, di Jogja Expo Center Yogyakata. BRI Syariah berhasil meraih perolehan pembiayaan sebesar Rp9,6 miliar dari gelaran event tersebut.

Sekretaris Perusahaan BRI Syariah, Indriati Tri Handayani, mengatakan bahwa masa depan keuangan saat ini ada di tangan para generasi milenial, artinya produk yang dimiliki perbankan khususnya di syariah saat ini harus cepat mengikuti arus teknologi.

“Untuk itu BRIsyariah hadir di Jogja Halal Fest dengan menjawab kebutuhan para milenial,” kata Indri, dalam keterangan tertulisnya yang dilansir, Selasa (16/10/2018).

Indri menjelaskan, dalam event Jogja Halal Fest 2018, produk perbankan syariah milik BRI Syariah seperti KPR dan pembiayaan mikro menjadi magnet dengan hasil pencapaian sebesar Rp5 miliar untuk KPR dan Rp3,8 miliar untuk pembiayaan mikro, ungkap Indri.

Selain produk pembiayaan, BRI Syariah juga sukses menggaet nasabah-nasabah milenial untuk menaruh dananya. Selama empat hari penyelenggaraan Jogja Halal Fest 2018, perolehan angka yang berhasil dihimpun BRI Syariah terbilang cukup fantastis.

BRI Syariah menutup perolehan pembiayaan sebesar Rp9,6 miliar, Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp2,2 miliar, serta layanan dan jasa lainnya sebesar Rp63 juta.

Disamping itu, lanjut Indri, BRI Syariah juga melakukan tindak lanjut kerjasama dengan beberapa instansi di Jogja atas ikhtiar atau usaha yang telah dilakukan beriringan dengan rangkaian acara tersebut.

“Alhamdulillah, dengan strategi penjualan aktif dan tampilan yang lebih kekinian, BRI Syariah menjadi pilihan para milenial muslim di Jogja. BRI Syariah memaksimalkan transaksi digital yang telah menjadi kebutuhan sehari-hari mereka dan berharap dapat terus memimpin, dan pada akhirnya meningkatkan penetrasi industri syariah di industri perbankan Indonesia,” tutup Indri.