Catatan Positif MRT Jakarta Selama Setahun Beroperasi

Catatan Positif MRT Jakarta Selama Setahun Beroperasi
Presiden RI Joko Widodo dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meresmikan MRT Jakarta fase 1/Sumber: MRT Jakarta

Selama setahun beroperasi, MRT Jakarta telah melayani lebih dari 30 juta penumpang dengan rata-rata penumpang mencapai sekitar 90 ribu orang per hari.

Menyikapi pencapaian ini, Direktur Utama PT MRT Jakarta (Perseroda) William Sabandar menyampaikan apresiasinya kepada berbagai pihak, terutama kepada masyarakat atas dukungan selama ini.

“Terima kasih kami ucapkan kepada seluruh masyarakat yang telah menjadi bagian dari peradaban baru transportasi publik di Indonesia. Kami berharap MRT Jakarta dapat terus menjadi transportasi publik yang dapat selalu dipercaya dan diandalkan oleh masyarakat dalam mendukung mobilitas sehari-hari,” jelas William Sabandar dalam keterangan resmi, Rabu 25 Maret 2020.

Sejak diresmikan satu tahun lalu, tepatnya pada Minggu, 24 Maret 2019, oleh Presiden RI Joko Widodo, MRT Jakarta telah membangun sekitar satu jalur dengan panjang 16 kilometer yang terdiri dari 10 kilometer jalur layang dan enam jalur bawah tanah, termasuk satu area depo seluas 10 hektare. MRT Jakarta juga telah mengoperasikan 16 rangkaian kereta otomatis.

Hingga saat ini, layanan operasional telah menunjukkan ketepatan waktu 99,8 persen meliputi waktu tempuh, kedatangan, dan keberangkatan kereta. Dalam satu tahun ini pula, pembangunan fase 2 dimulai. Bahkan, PT MRT Jakarta melahirkan anak perusahaan patungan bersama PT Kereta Api Indonesia (Persero), PT Moda Integrasi Transportasi Jabodetabek, yang akan mengelola kawasan di sekitar stasiun kereta di wilayah Jabodetabek.

Meski terbilang baru, di tahun pertamanya, MRT Jakarta mengklaim telah mampu menjadi katalis perubahan budaya mobilitas masyarakat dengan penerapan kedisiplinan di sarana publik, antre sebelum masuk dan keluar kereta maupun stasiun, hingga mendorong lebih banyak masyarakat berjalan kaki dalam mobilitas kesehariannya.

Kehadiran moda raya terpadu juga menjadi pendorong perubahan wajah Jakarta menjadi ramah pejalan kaki dan pesepeda melalui konsep pengembangan kota urban regeneration. Partisipasi publik menjadi kunci dari upaya pemerintah dalam menata kotanya.

Meskipun demikian, William juga mengakui bahwa masih banyak evaluasi yang harus dilakukan MRT Jakarta untuk memberikan pelayanan yang optimal.

“Kami akan terus berupaya untuk meningkatkan kualitas layanan dengan memperhatikan aspek keamanan, keselamatan dan kenyamanan agar semakin mendorong minat masyarakat dalam menggunakan transportasi publik khususnya MRT Jakarta untuk mobilitas keseharian,” tambahnya.

Menandai peringatan satu tahun beroperasinya MRT Jakarta ini pula, Pemerintah Negara Kesatuan Republik Indonesia melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika bersama dengan Perum Peruri, PT Pos Indonesia (Persero), dan PT MRT Jakarta (Perseroda), menerbitkan prangko seri “Moda Raya Terpadu” pada Selasa, 24 Maret 2020 lalu.

Prangko dengan nominal Rp4.000,00 tersebut terdiri dari dua jenis, yaitu pertama, bergambar ratangga (istilah untuk kereta MRT Jakarta) di dalam terowongan di jalur bawah tanah dan kedua, ratangga yang sedang melewati jembatan lengkung di jalur layang.

Kedua gambar tersebut mewakili dua jenis jalur yang dimiliki oleh MRT Jakarta dan menunjukkan wujud harapan dan mimpi masyarakat selama lebih dari 34 tahun penantian akan hadirnya moda raya terpadu (mass rapid transit) di Jakarta.

Prangko dengan dua jenis desain/tampilan tersebut dikeluarkan dalam berbagai kemasan, yaitu prangko tunggal (single stamp), sampul hari pertama (first day cover), kemasan mini sheet yang berisi delapan keping, dan full sheet yang terdiri dari 18 keping.

 Untuk kemasan sampul hari pertama dicetak sekitar dua ribu set (satu set terdiri dari dua jenis keping prangko tersebut), kemasan mini sheet dicetak sebanyak 10.000 set, dan full sheet sebanyak 360 ribu set.

Peringatan satu tahun operasi MRT Jakarta tahun ini dirayakan dalam keheningan sebagai dampak pandemik virus korona.

Baca juga: Mulai Senin 23 Maret, MRT Jakarta Sesuaikan Jadwal Operasional