BRI Catatkan Pertumbuhan Kredit Mikro 13%

BRI Catatkan Pertumbuhan Kredit Mikro 13%
Press conference BRI yang digelar di Jakarta, 24 Oktober 2019/Sumber: BRI

PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk mencatatkan pertumbuhan kredit double digit dan di atas rata-rata industri. Hal itu dijelaskan oleh Direktur Utama Bank BRI Sunarso dalam press conference yang digelar di Jakarta, 24 Oktober 2019.

Hingga akhir September 2019, BRI secara konsolidasian telah menyalurkan kredit senilai Rp903,14 triliun tumbuh 11,65%, lebih tinggi dari industri sebesar 8,59% (data OJK bulan Agustus 2019) dengan NPL 3,08%.

“Segmen mikro tumbuh 13,23% yoy dengan proporsinya mencapai sepertiga dari keseluruhan kredit BRI,” jelas Sunarso dalam keterangan resmi di hari yang sama.

Apabila dirinci, menurut Sunarso, kredit mikro BRI tercatat Rp301,89 triliun, kredit konsumer BRI Rp137,29 triliun atau tumbuh 7,85% yoy, kredit ritel dan menengah Rp261,67 triliun atau tumbuh 14,80% yoy dan kredit korporasi BRI Rp202,30 triliun.

“Jika ditotal, porsi kredit UMKM mencapai 77,60% dari keseluruhan kredit BRI, di mana angka ini berhasil kami tingkatkan secara perlahan dan targetnya proporsi kredit UMKM bisa mencapai 80% di tahun di tahun 2022,” ujarnya.

Selama Januari hingga September 2019, BRI berhasil menyalurkan KUR senilai Rp77,26 triliun kepada 3,6 juta debitur, di mana pencapaian ini setara dengan 88,83% dari alokasi penyaluran KUR yang di-breakdown pemerintah di tahun 2019.

“Bank BRI berkomitmen untuk terus fokus dalam melakukan ekspansi bisnis di segmen mikro dengan melakukan strategi go smaller, go shorter, go faster,” ucapnya.  

Beberapa langkah nyata yang telah dilakukan oleh Bank BRI untuk memperkuat bisnis mikro di antaranya yakni digitalisasi bisnis proses dengan menggunakan BRISPOT, penguatan big data segmen mikro, peningkatan kapabilitas SDM serta melakukan rejuvenasi produk pinjaman mikro.

Selain itu, Bank BRI juga memiliki strategi untuk terus memperluas customer base segmen mikro. Di antaranya melalui peningkatan kapasitas anggota Rumah Kreatif BUMN (RKB) BRI, program BRIncubator, pembentukan klaster unggulan di setiap kantor cabang BRI di seluruh Indonesia dan pemberdayaan penerima Kartu Tani dan Kartu Kusuka (Kartu Usaha Kelautan dan Perikanan).

Sementara untuk Dana Pihak Ketiga (DPK), Bank BRI berhasil menghimpun dana sebesar Rp959,24 triliun atau tumbuh 9,91% yoy lebih tinggi daripada industri sebesar 7,62% (data OJK bulan Agustus 2019).

Giro BRI tumbuh 21,77% yoy menjadi Rp171,85 triliun, tabungan BRI tumbuh 9,20% yoy menjadi Rp384,02 triliun dan deposito tumbuh 6,16% yoy menjadi Rp403,37 triliun.

Pertumbuhan giro dan tabungan yang lebih tinggi dibandingkan deposito mampu mendongkrak dana murah (CASA) BRI. Pada kuartal III 2019 CASA BRI tercatat 57,95%, meningkat dibandingkan kuartal III 2018 sebesar 56,46%.

Dari sisi Fee Based Income (FBI), hingga akhir September 2019 Bank BRI mampu tumbuh double digit sebesar 12,03% yoy atau sebesar Rp9,74 triliun dibandingkan dengan FBI kuartal III 2018 sebesar Rp8,69 triliun.

Hingga akhir kuartal III 2019 Bank BRI mampu mencetak laba Rp24,80 triliun atau tumbuh 5,36% year on year dengan aset mencapai Rp1.305,67 triliun, atau tumbuh 10,34% yoy. Untuk rasio perbankan lainnya, LDR BRI tercatat 94,15% dan CAR 21,89%.

“Angka LDR ini kami nilai sangat moderat dan CAR yang cukup kuat untuk mendukung pertumbuhan berkelanjutan Bank BRI di masa mendatang,” pungkasnya.

Baca juga: BRI Lakukan Konsolidasi dengan 27 BPD Seluruh Indonesia