BNI Syariah - RS Haji Jakarta Teken MoU Pemanfaatan Produk dan Jasa Perbankan

BNI Syariah - RS Haji Jakarta Teken MoU Pemanfaatan Produk dan Jasa Perbankan
BNI Syariah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan RS Haji Jakarta terkait pemanfaatan produk dan jasa perbankan / sumber : Sucofindo

BNI Syariah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan RS Haji Jakarta terkait pemanfaatan produk dan jasa perbankan untuk manajemen dan pegawai rumah sakit.

Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Utama RS Haji Jakarta, Syarief Hasan Lutfie dan Direktur Bisnis SME dan Komersial BNI Syariah, Dhias Widhiyati, yang disaksikan oleh Direktur Keuangan dan Umum RS Haji Jakarta, Zakaria, Direktur Pelayanan RS Haji Jakarta, Sayid Ridho, General Manager Transactional Business Divison, Agusta Rinaldi dan General Manager Haji dan Umroh, Ida Triana Widowati, Jumat 12 April 2019.

Dhias Widhiyati mengatakan ada beberapa potensi bisnis yang bisa digarap dari nota kesepahaman ini.

“Salah satunya produk cash management Pusat Pelayanan Terpadu Kesehatan Haji dan Umrah (P2TKHU) dan Integrated Hajj Center patau Indonesia Hajj Centre,” kata Dhias dalam keterangan resmi di hari yang sama.

Selain itu, ada juga potensi pembiayaan alat kesehatan dan pembiayaan pembangunan gedung Hajj Center maupun pembiayaan konsumer maupun menengah yang juga dapat digarap.

Ditambah lagi payroll, tabungan haji dan umrah karyawan dan pembiayaan konsumer untuk dokter serta pegawai RS Haji Jakarta. Ada juga potensi dana pihak ketiga (DPK) dari payroll pegawai dan manajemen RS Haji Jakarta.

Baca juga: BNI Syariah Sediakan 2.586 Unit di Program Tunjuk Rumah

Potensi bisnis ini seiring dengan jumlah pegawai di RS Haji Jakarta sebesar 733 orang dengan jumlah tenaga medis 22 orang, perawat 314 orang, profesional kesehatan 117 orang dan nonkesehatan 280 orang.

Menurut Dhias, tujuan kerja sama untuk meningkatkan literasi perbankan syariah. Selain itu juga mendukung terciptanya sinergi dalam halal healthcare dan pengelolaan transaksi serta kebutuhan produk perbankan syariah lain.

“Kerja sama ini akan memberikan dampak bisnis bagi BNI Syariah dan RS Haji Jakarta yang merupakan nasabah eksisting,” tambahnya.

Dhias menegaskan, BNI Syariah saat ini fokus menggarap kerja sama dan potensi untuk Halal Ecosytem. Ini karena potensi bisnis halal ecosystem baik untuk bidang halal healthcare dan halal pharmaceutical dengan total sebesar Rp70 triliun (State of Global Islamic Economy Report 2017).

Rumah Sakit Islam ataupun RS Syariah merupakan bagian dari Halal Ecosystem. Sejak tahun 2017 BNI Syariah juga telah bekerja sama dengan Majelis Upaya Kesehatan Islam Seluruh Indonesia (MUKISI). Saat ini ada sebanyak 263 rumah sakit yang menjadi anggota MUKISI.

Baca juga: BNI Syariah Optimalisasi Peran Masjid dalam Pengelolaan Manajemen dan Keuangan

Hingga awal 2019, BNI Syariah telah melakukan kerja sama dengan 104 rumah sakit dan industri kesehatan lainnya. Dari kerja sama ini, total pembiayaan yang telah disalurkan sebesar Rp980 miliar.