BNI Sisihkan Dividen Rp2,38 Triliun untuk Pemerintah

BNI Sisihkan Dividen Rp2,38 Triliun untuk Pemerintah

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI menyisihkan dividen untuk Pemerintah sebesar Rp2,38 triliun, sebagai pemegang 60% saham Perseroan. Secara keseluruhan, pada tahun ini Perseroan membagikan dividen untuk tahun buku 2016 sebesar Rp3,96 triliun.

Dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan BNI yang digelar, Kamis (16/3/2017), disepakati Perseroan membagikan dividen sebesar 35% dari laba bersih 2016.

“Pembagian dividen kali ini memang jauh lebih tinggi dari tahun sebelumnya yang hanya 25%. Peningkatan dividen ini karena kinerja yang membaik dan masih tingginya rasio kecukupan modal atau Capital Adequacy Ratio (CAR),” ujar Direktur Utama BNI Ahmad Baiquni, dalam keterangan tertulisnya yang dikutip, Jumat (17/3/2017).

Baiquni menjelaskan, untuk saat ini CAR BNI masih berada di level 18,5% atau sudah jauh di atas batas minimal perbankan yakni 8%. Perseroan memastikan, besaran dividen yang dibagikan tidak akan mengganggu rencana ekspansi dan kinerja BNI, meskipun angka ini turun jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang mencapai 19,5%.

Wakil Direktur Utama BNI Herry Sidharta, yang baru saja ditunjuk untuk menggantikan posisi Suprajarto yang telah ditunjuk sebagai Direktur Utama Bank BRI menjelaskan, sisa 65% laba senilai Rp7,37 triliun akan digunakan sebagai saldo laba yang ditahan.

“Kami juga telah menyepakati remunerasi yang meliputi gaji, fasilitas, dan tunjangan tahun buku 2017 serta tantiem tahun buku 2016 bagi Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan. Untuk dividen, Direksi Perseroan akan menetapkan jadwal dan tata cara pembagian dividen tahun buku 2016 sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujar Herry.(DD)