BNI, OJK, dan Pemda Jakarta Perluas Gerakan Ayo Menabung dengan Sampah

BNI, OJK, dan Pemda Jakarta Perluas Gerakan Ayo Menabung dengan Sampah
BNI, OJK, dan Pemda Jakarta Perluas Gerakan Ayo Menabung dengan Sampah/Sumber: BNI

BNI Bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Pemda DKI berkolaborasi untuk menggelar Gerakan Ayo Menabung dengan Sampah yang dihadiri oleh Direktur Bisnis Konsumer BNI Anggoro Eko Cahyo, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Anggota Dewan Komisioner OJK Tirta Segara, dan Kepala Kantor Regional 1 OJK Dhani Gunawan Idat di Jakarta, Senin 14 Oktober 2019.

Anggoro menuturkan, Gerakan Ayo Menabung dengan Sampah merupakan sinergi dan kepedulian bersama antara BNI, OJK, dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam membantu mengatasi permasalahan sampah dari sumbernya. Caranya adalah dengan mendorong partisipasi masyarakat secara langsung.

"Dari gerakan ini, sekaligus dapat mencapai 2 tujuan edukasi yaitu edukasi lingkungan dan edukasi perbankan yang akan membantu peningkatan inklusi keuangan di masyarakat," ujar Anggoro dalam keterangan resmi, Selasa 15 Oktober 2019.

Gerakan ini merupakan bagian dari Program BNI Go Green yang menjadi perwujudan tanggung jawab BNI terhadap lingkungan, di mana program ini termasuk dalam salah satu program pada Rencana Aksi Keuangan Berkelanjutan (RAKB) BNI. Dengan demikian, kegiatan usaha BNI menjadi usaha yang berwawasan lingkungan.

Selain itu, kegiatan ini juga dilaksanakan dalam rangka mendukung kegiatan literasi dan inklusi keuangan, sekaligus mendukung pengelolaan sampah berbasis masyarakat sebagai bagian dari perwujudan misi BNI dalam mewujudkan tanggung jawab terhadap komunitas dan lingkungan. Kebetulan juga, Oktober adalah Bulan Inklusi Keuangan Tahun 2019.

Guna mendorong tingkat partisipasi dan memotivasi masyarakat dan siswa agar aktif didalam gerakan ini, BNI juga meluncurkan program apresiasi menabung dengan sampah yang akan berlangsung sampai dengan 1 tahun ke depan di seluruh wilayah DKI Jakarta.

Apresiasi akan diberikan kepada penggiat lingkungan terbaik untuk kategori perorangan (siswa, warga, pasukan orange); sekolah, dan bank sampah (induk/unit). Pemenangnya dinilai dari sampah yang ditabung dan tonase sampah yang dihimpun dan dikelola.

"Harapannya dengan program ini akan mendukung  cashless society dan menciptakan less thrash community, " tambah Anggoro.

Peluncuran Gerakan Ayo Menabung dengan Sampah ini, merupakan kelanjutan dari pilot project yang telah berlangsung sejak tahun lalu di Kota Adminisratif Jakarta Barat dan Jakarta Utara. Hingga September 2019, gerakan ini sudah diikuti lebih dari 150.000 siswa serta 5.000 warga dan pasukan orange, lebih dari 200 bank sampah dengan total dana hasil penjualan yang telah dihimpun mencapai lebih dari Rp3 miliar.

Baca juga: BNI Dorong Literasi Keuangan di Morotai