BNI Gelar Program Cetak 1.000 Agripreneur

BNI Gelar Program Cetak 1.000 Agripreneur
BNI Gelar Program Cetak 1.000 Agripreneur untuk Petani Tuban/Sumber: BNI

Guna meningkatkan kapasitas dan kompetensi usaha masyarakat tani, termasuk pedagang pupuk, BNI melaksanakan Program Mencetak 1.000 Agripreneur, yang diawali dari Tuban, Jawa Timur,

Program ini dihadiri oleh Staf Ahli Kementerian Koordinator Perekonomian Raden Edi Prio Pambudi, Direktur Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informasi Denny Setiawan, SEVP Jaringan BNI Ronny Venir, Bupati Tuban Fathul Huda, serta Pemimpin Divisi Bisnis Usaha Kecil 2 BNI Bambang Setyatmojo, Selasa 15 Oktober 2019.

Dalam keterangan resmi, Jumat 18 Oktober 2019 dijelaskan, program ini bertujuan untuk mempersiapkan terciptanya agripreneur yang andal di pedesaan. Hal ini merupakan wujud nyata BNI dalam mendukung program nasional dengan menyinergikan teknologi (pertanian) 4.0 dan dukungan perbankan dalam merealisasikan Program Nawacita.

Menurut Raden Edi Prio Pambudi menyampaikan pentingnya peran BUMN terutama perbankan dalam menginisiasi dan mengakselerasi pertumbuhan inklusi keuangan dan kapabilitas perekonomian di pedesaan terutama di sektor pertanian yang merupakan sektor dominan di pedesaan.

“Dengan demikian diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan ekonomi pedesaan di Indonesia,” tuturnya.

Sementara itu, Ronny Venir menuturkan, Program Mencetak 1.000 Agripreneur ini diharapkan dapat menciptakan vokasi-vokasi di bidang pertanian untuk mendukung implementasi pertanian 4.0.

“Program ini juga diharapkan akan membangun blockchain financing antara petani yang sudah menjadi nasabah BNI dengan Depo Tani, sehingga dapat membentuk ekosistem pertanian yang diharapkan. Kebutuhan budi daya petani seperti membeli pupuk, obat, hingga kebutuhan pribadi dapat disediakan oleh Depo Tani,” ucapnya.

Menyikapi hal ini, Regi Wahyu menambahkan, program ini sangat terbuka bagi para pengusaha pertanian yang ingin bisnisnya berkembang. Mereka yang memiliki usaha dan mau berkembang serta aktif menjadi Agen46 BNI dapat langsung bergabung menjadi Depo Tani. Setelah masuk Depo Tani, pihak HARA akan melakukan pembinaan.

“Setiap UMKM yang bergabung dalam program ini akan diberi pelatihan secara berkala dan pendampingan yang sifatnya jangka panjang,” ujarnya.

Fathul Huda mengapresiasi atas terpilihnya Tuban sebagai lokasi pelaksanaan awal Program Mencetak 1.000 Agripreneur.  Bupati juga bangga atas semangat dan dukungan BNI untuk Masyarakat Tani dan desa di Tuban.

“Kami mendukung dan berharap agar program ini dapat diperluas, sehingga dapat berdampak bagi 20 desa dan 200.000 petani di Kabupaten Tuban,” pungkasnya.

Baca juga: BNI, OJK, dan Pemda Jakarta Perluas Gerakan Ayo Menabung dengan Sampah