Bluebird Akan Operasikan 200 Mobil Listrik Tahun 2020

Bluebird Akan Operasikan 200 Mobil Listrik Tahun 2020
Penandatanganan MOU antara Direktur Keuangan PT Blue Bird Tbk, Sandy Permadi dan Plt Dirut PLN Sripeni Inten Cahyani.

Setelah melakukan terobosan pengoperasian taksi listrik pada bulan April 2019 lalu, perusahaan taksi Bluebird melaksanakan kerja sama dengan PLN dalam rangka percepatan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai untuk transportasi jalan dan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU). 

Pelaksanaan penandatanganan Nota Kesepahaman (MOU) ini diwakili oleh Direktur Keuangan PT Blue Bird Tbk, Sandy Permadi dan Plt Dirut PLN Sripeni Inten Cahyani serta disaksikan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, yang bertempat di auditorium BJ Habibie BPPT, Jakarta Pusat, 16 Oktober 2019.

Penandatanganan MOU tersebut merupakan langkah konkrit dan komitmen bersama untuk mengimplementasikan Perpres no. 55 tahun 2019 tentang percepatan program kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (battery electric vehicle).

Bluebird yang telah beroperasi lebih dari 46 tahun merupakan penyedia jasa layanan transportasi yang pertama kali menggunakan mobil listrik di Indonesia, yang saat ini telah mengoperasikan 25 unit e-Bluebird dan 4 unit e-Silverbird di jajaran layanannya. Sebagai bagian dari pengembangan yang akan terus dilaksanakan, Bluebird merencanakan untuk mengoperasikan 200 mobil listrik pada tahun 2020, dan penambahan hingga 2.000 unit mobil listrik pada periode tahun 2020 - 2025.

Direktur Utama Bluebird, Noni Purnomo mengatakan, "Kami memberikan apresiasi terhadap langkah PLN yang menggandeng berbagai mitra, termasuk salah satunya Bluebird dalam rangka mempercepat program pelaksanaan kendaraan listrik di Indonesia. Sebagai penyedia jasa layanan taksi yang pertama dalam menggunakan kendaraan listrik, tentunya kami berharap atas adanya dukungan dari PLN serta pemerintah dalam menghadirkan peraturan-peraturan serta pengembangan ekosistem, termasuk salah satunya charging station, yang mampu mempercepat serta mempermudah implementasi dari kendaraan listrik.”

Sementara itu, Sripeni Inten Cahyani, Plt Direktur Utama PLN mengungkapkan apresiasi atas sambutan yang baik dari seluruh mitra perusahaan yang terlibat dalam kerja sama tahap awal ini. Dirinya menambahkan kolaborasi dan dukungan banyak pihak diharapkan bisa mempercepat realisasi pemanfaatan kendaraan listrik di segala lini.

“Penandatanganan nota kesepahaman ini sangat penting bagi kami, untuk mempercepat program kendaraan berlistrik di Indonesia, seperti yang kita ketahui bahwa PLN mendapatkan penugasan dari pemerintah dalam rangka penyediaan infrastruktur pengisian listrik untuk KBL berbasis baterai. Hal ini juga menjadi bukti komitmen dan kontribusi bersama terhadap program pemerintah demi terwujudnya kehidupan masyarakat Indonesia yang lebih baik,” pungkas Sripeni. 

Baca juga: Upperline Updates: Dari Taksi Listrik Hingga Bandara Kulon Progo Segera Beroperasi