Bisnis Suara dan Pesan Singkat Terus Melorot, Telkom Serius Lirik Bisnis Game

Bisnis Suara dan Pesan Singkat Terus Melorot, Telkom Serius Lirik Bisnis Game
Founder & CEO Agate Arief Widhiyasa, SVP Media and Digital Business and EGM Digital Business PT Telekomunikasi Indonesia Tbk Joddy Hernady, dan President Director and CEO PT Melon Indonesia Dedi Suherman./Sumber: Telkom

PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. menyatakan keseriusannya menggarap pasar game menyusul terus melorotnya pasar bisnis suara (voice) dan pesan singkat (short message service/SMS) dalam beberapa tahun terakhir ini.

SVP Media & Digital Business and EGM Digital Business Telkom Joddy Hernady mengatakan di era digital ini Telkom harus mem-bundling produk dengan digital, termasuk game. Kami melihat bisnis game ini sangat menarik," ujarnya di Jakarta, Rabu (10/7).

Menurut dia, untuk menutupi beban bisnis suara dan SMS, Telkom mengincar revenue share sebagai distributor, lewat Dunia Game dan sebagai alat pembayaran dalam industri game. "Bisa dapat part sebagai distributor 10%-15%, sebagai payment 3%-5%. Tapi kalau secara bisnis kita lihat ke depan, penurunan bisnis utama di voice dan SMS sekarang ini sedemikian cepatnya, mungkin kita kompensasi dari distributor gaming," katanya.

Baca juga: Telkom Bagikan Dividen Rp16,23 Triliun

Melihat peluang tersebut, Telkom bersama anak usahanya di bidang konten Melon dan perusahaan pengembang game Agate, meluncurkan inisiasi Oolean yang fokus pada pengembangan game lokal, juga inkubasi dan pendanaan startup game. Langkah itu dilakukan untuk mengincar posisi developer dan publisher pada rantai industri game.

Oolean juga akan menjadi wadah inkubasi yang didukung oleh institusi pendidikan dan komunitas pengembangan game. Harapannya dengan adanya platform ini adalah kesempatan mengembangkan game lokal semakin terbuka lebar. 

Sementara itu, CEO and Co-founder Agate, Arief Widhiyasa di tempat yang sama mengatakan saat ini pengguna semakin berani menghabiskan pengeluaran untuk game. Dia menyebutkan rata-rata peminat gim menghabiskan Rp250.000 sampai Rp300.000 per hari. "Bahkan ada beberapa user yang per bulannya menghabiskan ratusan juta rupiah untuk game," tuturnya.

Untuk pola perilaku pembelian, President Director dan CEO PT Melon Indonesia Dedi Suherman mengatakan peminat game juga cenderung untuk membeli eceran. "Belinya kecil-kecil Rp5.000, Rp3.000," kata dia.

Menurut laporan GMGC Sea Mobile Report 2017, terjadi kenaikan besaran pasar yang signifikan pada sektor game di Indonesia. Setidaknya dari 2013 hingga 2017, terdapat kenaikan sebesar 37,3% per-tahunnya. Bahkan, menurut Newzoo, besarnya pasar Indonesia pada 2017 sudah mencapai US$879,7dan diprediksi akan menembus US$1 miliar tahun ini.

Pelaku usaha memperkirakan potensi pendapatan industri game nasional mencapai US$3,75 miliar atau sekitar Rp55,5 triliun pada 2022. Jumlah tersebut meningkat 4,5 kali lipat dibanding tahun lalu yang sebesar US$880 juta atau Rp12,3 triliun.

Baca juga: Seperti Ini Wujud Apresiasi Telkom pada Pelanggan Indihome