Bio Farma Terus Tingkatkan Daya Saing di Tingkat Global

Bio Farma Terus Tingkatkan Daya Saing di Tingkat Global
Bio Farma Terus Tingkatkan Daya Saing di Tingkat Global/Sumber: Bio Farma

Dalam rangka menyambut HUT Bio Farma ke 129 pada Agustus 2019, Bio Farma menggelar Seminar Nasional Sustainable Business dengan tema Mainstreaming The Environment And Social Responsibility di Bandung, 31 Juli 2019.

Dalam kesempatan itu, Direktur Utama Bio Farma, M. Rahman Roestan yang dibacakan oleh Direktur SDM dan Umum Bio Farma, Disril Revolin Putra, menjelaskan, Bio Farma terus menerus berupaya untuk meningkatkan daya saing di tingkat global dengan melibatkan stakeholders untuk meningkatkan pemerataan kemakmuran, sehingga Bio Farma bersama masyarakat yang berada di sekitarnya ikut dan menjalankan operasi yang ramah lingkungan.

Baca juga: Perluas Tren Bisnis, Bio Farma Siap Terjun Ke Pasar Retail

“Apa yang telah dilakukan oleh Bio Farma merupakan salah satu bentuk implementasi dari komitmen kami, BUMN hadir berkontribusi untuk negeri mencapai Sustainable Development Goal’s 2030 di Indonesia,” jelas Disril dalam keterangan resmi perusahaan.

Bagi Bio Farma sendiri, upaya–upaya pemerataan kemakmuran tersebut sudah dilaksanakan dan ditujukan untuk masarayakat yang berada di ring 1 Bio Farma, dengan membantu masyarakat melalui keahlian dalam bidang bioteknologi yang Bio Farma miliki, seperti budidaya ikan Koi Mizumi di Sukabumi, budidaya domba garut dan proses pelaksanaan pendaftaran Geopark Ciletuh-Palabuhanratu untuk proses pendaftaran ke UNESCO.

“Kami menerapkan keahlian kami dalam bidang bioteknologi, untuk masyarakat yang berada di lingkungan Bio Farma, terutama yang berada pada ring 1. Bantuan yang Bio Farma berikan ini, semata–mata disesuaikan dengan potensi yang ada di daerah tersebut, yang sekirannya dapat meningkatkan taraf hidup mereka sehingga masyarakat memiliki kemandiran baik secara ekonomi maupuyn social,” ujar Disril.

Dengan langkah ini, membuat Bio Farma dimata internasional, sudah tidak diragukan lagi. Hal itu dibuktikan dari penetrasi pasar di lebih 140 negara, telah menjadikan Bio Farma menjadi satu dari sekitar 30 produsen vaksin yang sudah mendapatkan PQ WHO.

Bahkan pada Juni 2018, Bio Farma mendapatkan certificate of participation, untuk penyedian vaksin Monovalent Oral Polio Vaccine Type 2 (mOPV2), setelah CDC Atlanta dan Swedia, dengan ekspor perdananya ke Angola sebanyak 3,4 juta dosis. Bahkan diantara negara–negara anggota Organisasi Kerjasama Islam (OKI), Bio Farma menjadi rujukan untuk perkembangan bioteknologi dan vaksin melalui penunjukan sebagai center of Excellence.

Transformasi Bio Farma dalam bisnis life Science di kancah global, harus mengikuti prinsip Deklarasi Lima UNIDO (United Nations Industrial Development Organization ) yang mengharuskan Industri untuk menerapkan prinsip distribusi kemakmuran (inclusive), dan menjalankan operasi yang ramah lingkungan (sustainable), dengan menjalankan operasi yang ramah lingkungan, sehingga dapat menghindari penggunaan sumberdaya alam yang berlebih dan dapat menghindari dampak negatif dari kegiatan industri.

Baca juga: Bio Farma Berikan Pelatihan Keterampilan Membuat Busana Muslim ke Kaum Difabel