Bio Farma Segera Luncurkan Produk Lifescience

Bio Farma Segera Luncurkan Produk Lifescience
Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Utama Bio Farma, M. Rahman Roestan, Pelaksana Harian Ketua Umum PMI, Ginandjar Kartasasmita, dan CEO SK Plasma Yun-ho Kim, dan disaksikan oleh Dirjen Farmasi dan Alat Kesehatan Kemenkes RI, Engko Sosialine Magdalena, dan Directorate General for Global Health Care Ministry of Health and Welfare South Korea, Kim Hye Seon/Sumber: Bio Farma

Bio Farma akan segera segera meluncurkan produk lifescience, berupa produk plasma dalam beberapa waktu kedepan. Produk plasma merupakan turunan dari plasma darah seperti produk albumin, imunoglobulin, dan faktor VIII, yang dapat digunakan untuk pengobatan beberapa penyakit. Saat ini produk plasma yang beredar di Indonesia masih 100% impor dari luar negeri.

Produk plasma yang akan mulai dipasarkan pada tahun 2020 ini, ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) tiga pihak yaitu Bio Farma, Palang Merah Indonesia (PMI), dan perusahaan produk plasma asal Korea Selatan, SK Plasma, akhir Agustus lalu.

Baca juga: Cegah Penyebaran Virus Polio di Angola, Bio Farma Ekspor mOPV2

Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Utama Bio Farma, M. Rahman Roestan, Pelaksana Harian Ketua Umum PMI, Ginandjar Kartasasmita, dan CEO SK Plasma Yun-ho Kim, dan disaksikan oleh Dirjen Farmasi dan Alat Kesehatan Kemenkes RI, Engko Sosialine Magdalena, dan  Directorate General for Global Health Care Ministry of Health and Welfare South Korea, Kim Hye Seon.

Penandatanganan MoU ini, merupakan bagian dari kesepakatan kerja sama antara Kemeterian Kesehatan Republik Indonesia dengan Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan Korea Selatan dalam  implementasi Joint Working Group (JWG) on Health antara Indonesia dan Korea Selatan.

Dalam kerja sama Bio Farma, PMI dan SK Plasma diharapkan dapat mendukung pemerintah dalam penyediaan produk di mana saat ini kebutuhan Indonesia dengan jumlah penduduk 270 juta sangat tinggi dibandingkan dengan ketersediaan dengan produk yang diperoleh dari impor. untuk menjaga kualitas produk, kerja sama ini tentu akan melibatkan badan pengawas obat dari masing – masing negara.

Menurut Rahman Roestan, dalam keterangan resmi perusahaan menjelaskan, kerja sama dengan SK Plasma akan berbagi pengetahuan dan pengalamannya dalam hal memproduksi plasma produk kepada Bio Farma melalui alih teknologi yang terbagi menjadi tiga tahap.

Tahap pertama Bio Farma akan melakukan kerja sama product partnership dengan SK Plasma, untuk memasarkan produknya di Indonesia, dan secara paralel akan dilakukan tahap kedua melalui skema kerja sama toll-manufacturing paling cepat pada tahun 2020.

Tahap selanjutnya, Bio Farma diharapkan akan mampu secara mandiri untuk melakukan fraksionasi produk plasma dengan memproduksi produk secara mandiri di Indonesia.

“Kami menargetkan paling cepat pada tahun 2025, Indonesia akan secara mandiri mampu untuk membuat produk sendiri melalui Bio Farma, kemandirian ini akan diwujudkan melalui kolaborasi dengan salah satu perusahaan yang ada di Korea Selatan, yakni SK Plasma, melalui mekanisme toll-manufacturing paling cepat tahun 2020, sambil menunggu fasilitas produksi selesai dibangun. Dan pada tahun yang sama, kami berencana akan memasarkan produk plasma dari SK Plasma, untuk mulai mengisi kebutuhan produk di dalam negeri,” ujar Rahman.

Rahman menambahkan Bio Farma sebagai BUMN akan hadir untuk negeri dalam menyediakan produk plasma dengan harga yang terjangkau dan  tetap memperhatikan aspek kualitas, keamanan dan khasiat.

Baca juga: Bio Farma Hadirkan Layanan Vaksinasi Imunicare Cabang Medan