Bio Farma Jadi Tuan Rumah Cold Chain Management System untuk Negara OKI

Bio Farma Jadi Tuan Rumah Cold Chain Management System untuk Negara OKI
Menteri Kesehatan Nilla F. Moelek saat meresmikan Cold Chain Management System untuk Negara OKI/Sumber: Bio Farma

Bio Farma menjadi tuan rumah acara Workshop Cold Chain Management System untuk negara – negara yang tergabung dalam Organisasi Kerjasama Islam (OKI), yang diselenggarakan di Bandung, awal Oktober 2019.

Sebelum bertolak ke Bandung, Sebanyak 45 peserta dari 16 negara diterima oleh Menteri Kesehatan RI Nilla F. Moelek.

“Indonesia ingin mengegaskan kembali komitmen sebagai Center of Excellence untuk produk Bioteknologi dan Vaksin untuk negara OKI, akan terus mendukung negara-negara anggota dalam upaya mereka menangani wabah terus-menerus dan prevalensi tinggi dari berbagai penyakit menular yang telah diberantas di tempat lain.  Sebagai bagian dari komitmen itu, workshop ini akan memberikan pengalaman yang bermanfaat bagi semua peserta, termasuk untuk Indonesia,” ujar Nilla.

Baca juga: Bio Farma Hadirkan Layanan Vaksinasi Imunicare Cabang Medan

Menyikapi hal ini, Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir, menambahkan, workshop ini merupakan salah satu bentuk global trust untuk industri farmasi di Indonesia, khususnya Bio Farma, karena di antara 56 anggota OKI, Indonesia termasuk negara yang maju dalam bidang bioteknologi dan vaksin.

“Kita selayaknya bangga menjadi bangsa Indonesia, karena memiliki industri farmasi khususnya bioteknologi yang maju, dan akan menjadi rujukan bagi negara lain khususnya yang tergabung dalam negara OKI, untuk menghasilkan vaksin dari hulu hingga ke hilir. Kami akan memberikan pelatihan-pelatihan terkait memproduksi vaksin, sehingga di masa yang akan datang, mereka bisa mandiri untuk memproduksi bioteknologi khususnya vaksin,” ujar Honesti dalam keterangan resmi, baru-baru ini.

Honesti mengatakan, dalam workshop ini, peserta dari 22 negara akan diajak untuk melihat fasilitas Research and Development Bio Farma, sebagai bagian dari Center of Excellence, fasilitas pengemasan dan distribusi.

Sementara itu, OIC Vaccine Manufacturer Group (VMG) Vice Chairman sekaligus Direktur Operasi Bio Farma, M. Rahman Roestan mengatakan, tujuan berikutnya dari workshop ini adalah untuk menemukan potensi-potensi peneliti untuk penemuan vaksin jenis baru yang lahir dari tangan – tangan peneliti OKI.

“Untuk menemukan vaksin jenis baru, dibutuhkan waktu yang cukup lama, antara 10 – 20 tahun. Dengan kolaborasi antara negara OKI, kami berharap penyakit – penyakit yang vaksinnya belum ditemukan seperti malaria, HIV, demam berdarah, dan ebola, dapat segera ditemukan, sehingga produk yang masih dalam tahap penelitian tersebut, dapat langsung diterima / digunakan oleh negara-negara OKI yang membutuhkan,” pungkasnya.

Baca juga: Bio Farma Dorong Kolaborasi Penelitian dan Inovasi Life Science Indonesia