Bio Farma Dorong Kolaborasi Penelitian dan Inovasi Life Science Indonesia

Bio Farma Dorong Kolaborasi Penelitian dan Inovasi Life Science Indonesia
Kolaborasi penelitian, Forum Riset Life Science Nasional (FRLN) 2019 di Jakarta/Sumber: Bio Farma

Bio Farma kembali menggelar event tahunan terkait kolaborasi penelitian, Forum Riset Life Science Nasional (FRLN) 2019 di Jakarta, baru-baru ini.

Acara pertemuan tahunan yang melibatkan para periset dari seluruh Indonesia ini, diharapkan akan mendorong kolaborasi dan pengembangan antarlembaga pengembangan riset di Indonesia, antara Pemerintah, Perguruan Tinggi, Industri dan Komunitas pendukungnya, sebagai upaya agar penelitian dan inovasi di Indonesia tetap berkelanjutan.

Baca juga: Bio Farma Hadirkan Layanan Vaksinasi Imunicare Cabang Medan

Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir mengatakan, industri, Bio Farma terus melakukan upaya agar terjadi kemandirian dalam penciptaan produk – produk baru. Setelah dilakukan harmonisasi, sinergi, kini kami dari industri akan melakukan kolaborasi untuk percepatan penemuan produk baru, khususnya dalam bidang life science.

"Bio Farma sebagai BUMN yang bergerak dalam industri life science menaruh perhatian besar pada aspek Inovasi, Riset dan Pengembangan produk baru. Rencana pembentukan perusahaan holding farmasi nasional di mana Bio Farma sebagai induk holding tentunya akan semakin menegaskan dukungan pemerintah dalam hilirisasi produk hasil riset dan inovasi anak negeri agar dapat dikomersialisasikan dan dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat Indonesia,” jelas Honesti dalam keterangan resmi perusahaan.

Sementara itu, Direktur Operasi Bio Farma, M. Rahman Roestan mengatakan dalam forum riset ke-9 ini, Bio Farma siap meluncurkan dan memasarkan produk diagnostik yaitu Kit Diagnostik Diabetes (KIT DM) GAD 65, yang merupakan alat pendeteksi dini untuk penyakit diabetes melitus type 1.

“Kit DM ini merupakan hasil kolaborasi Bio Farma bersama dengan Laboratorium Biosains Universitas Brawijaya Malang. Selain Kit Diagnostik, pada acara ini, akan juga dilaksanakan kick off dimulainya pengembangan produk darah, dalam rangka menuju kemandirian produk darah yang saat ini telah berkolaborasi bersama PMI, yang saat ini sudah siap dengan sembilan Unit Transfusi Darah yang telah tersertifikasi CPOB dari BPOM,” ujar Rahman.

Rahman menambahkan, selain launching Kit DM dan kick off menuju kemandirian produk darah, akan dilaksanakan juga dimulainya Uji Klinis Fase III untuk vaksin Rotavirus, dan vaksin Tifoid. Untuk  Uji Klinis III Vaksin Tifoid rencananya akan bekerja sama dengan Universitas Indonesia.

Perlu diketahui, forum yang diinisiasi oleh Bio Farma sejak 2011 ini, telah memfasilitasi 12 kelompok penelitian yaitu Hepatitis B, TB, EPO, HIV, Dengue, Malaria, Rotavirus, Influenza, HPV, Stemcell, Adjuvant Delivery System dan Pneumokokus, dan 20 target luaran utama dan 44 luaran samping, di antaranya Kandidat Hepatitis B Generasi 2 dan 3, Kandidat Vaksin Protein Sub-Unit Tuberculosis (TB), Prototype Vaksin Tetravalen Sub-Unit Dengue, Prototype Kit Diagnostik Hepatitis B, Prototype Kit Diagnostik Dengue, Publikasi dalam dan luar negeri, termasuk di dalamnya kandidat paten telah dihasilkan dari kolaborasi merah putih ini.

Baca juga: Bio Farma Tegaskan Pentingnya Daya Saing Tingkatkan Performa Korporasi