BI Optimis Pertumbuhan Ekonomi Mencapai 5,4% di 2017

BI Optimis Pertumbuhan Ekonomi Mencapai 5,4% di 2017

Pertumbuhan ekonomi nasional dikatakan bisa terkontribusi dari belanja Pemerintah. Bank Indonesia juga tetap meyakini pertumbuhan ekonomi nasioanl di tahun ini akan mencapai 5-5,4%.

Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo mengharapkan kontribusi belanja Pemerintah yang lebih optimal dalam mendukung pertumbuhan ekonomi hingga akhir 2017.

“Kami melihat sumber pertumbuhan ekonomi betul-betul dari Pemerintah,” kata Agus, seperti dikutip dari Wartaekonomi.co.id, Rabu (23/8/2017).

Agus mengatakan belanja yang lebih efektif tersebut bisa memberikan sumbangan terhadap konsumsi Pemerintah yang terkontraksi pada triwulan II-2017.

Konsumsi Pemerintah pada triwulan II-2017 sempat tercatat tumbuh negatif 1,93 persen karena realisasi belanja pegawai maupun belanja barang yang turun dibandingkan periode sama tahun lalu.

Ia menambahkan, kontribusi Pemerintah melalui belanja modal diharapkan ikut meningkat sebab bisa memberikan dampak positif kepada kinerja investasi dalam jangka panjang.

“Kami yakin investasi pada semester dua akan membaik, karena pada triwulan dua menunjukkan pertumbuhan yang membaik, bukan hanya karena infrastruktur oleh pemerintah namun juga swasta,” jelas Agus.

Dalam keterangan yang dilansir Tempo.co, Rabu (23/8), Agus mengatakan bahwa pada triwulan II-2017, investasi pada bahan bangunan menunjukkan pertumbuhan yang menggembirakan.

Menurutnya, meningkatnya investasi pada bahan bangunan di triwulan II itu bukan hanya berasal dari investasi Pemerintah yang tengah gencar membangun infrastruktur. “Tapi juga swasta mendukung. Di semester II, kami harapkan investasi membaik,” ujar Agus.

Selain itu, menurut Agus, sektor ekspor yang berada dalam tren positif pada semester I-2017 juga bisa memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi.

“Kami lihat ekspor mungkin di triwulan tiga masih akan peroleh manfaat. Tapi di triwulan empat akan sedikit terkoreksi karena harga dan permintaan produk manufaktur Indonesia akan melambat,” imbuhnya.

Untuk ekspor, Agus memperkirakan, pertumbuhan ekonomi akan membaik pada triwulan III. Namun, ekspor akan terkoreksi pada triwulan IV karena harga dan permintaan produk manufaktur Indonesia sedikit melambat.

“Tapi, pertumbuhan ekonomi 2017 kami yakini 5-5,4 persen,” tandasnya.(DD)