Bersama WIKA dan Wika Gedung, AP II Sepakat Bangun Hotel Kedua Bandara Soetta

Bersama WIKA dan Wika Gedung, AP II  Sepakat Bangun Hotel Kedua Bandara Soetta
AP II Bangun Hotel Kedua Bandara Soetta / Sumber: AP II

PT Angkasa Pura II menandatangani perjanjian pembangunan hotel dengan kerja sama operasi (KSO) PT Wijaya Karya Tbk dan Wika Gedung, Kamis 2 Mei 2019.

Pembangunan hotel tersebut dilakukan di area Terminal 3 Domestik Bandara Internasional Soekarno-Hatta, tepatnya bersebelahan dengan gedung parkir.

Dibangun dengan 150 unit kamar, hotel Bintang 3 itu nantinya dioperatori PT Hotel Indonesia Group. Adapun Hotel ditargetkan mulai dibuka dalam rangka soft opening pada 2020.

Direktur Utama AP II Muhammad Awaluddin dalam keterangan resmi, Jumat 3 Mei 2019, mengatakan belanja modal yang disiapkan perseroan untuk pembangunan hotel tersebut mencapai Rp300 miliar.

Bisnis hotel, lanjut Muhammad Awaluddin, merupakan strategi AP II menggenjot pendapatan dari bisnis anorganik agar perseroan tidak terlalu bergantung dari bisnis organik.

Baca juga: On Time Performance Penerbangan di Soekarno-Hatta Tembus 93,8%

“Operator bandara berkelas dunia harus mampu memanfaatkan potensi bisnis dari setiap lini, tidak hanya mengandalkan bisnis organik yakni pengelolaan bandara. Portofolio bisnis anorganik AP II sendiri dijalankan anak usaha hingga cucu usaha. Target pendapatan kami tahun ini dari bisnis anorganik mencapai Rp500 miliar,” ujarnya.

Hotel di area Terminal 3 Domestik ini sendiri berada di bawah pengelolaan anak usaha AP II yakni PT Angkasa Pura Properti.

Selain hotel di area Terminal 3 Domestik, saat ini juga tengah dibangun hotel di area Terminal 3 Internasional.

Hotel di area Terminal 3 Internasional akan menjadi Hotel Bintang 4 dan rencananya mulai dibuka pada November 2019. Hingga 31 Desember 2018, progres pembangunan sudah mencapai 70%.

“Tidak sekedar untuk naik dan turun pesawat, Terminal 3 menjadi pusat kegiatan ekonomi dengan area komersial yang luas, co-working space, serta 2 hotel di area luar terminal, ditambah 1 hotel kapsul di dalam terminal,” tambahnya.

Baca juga: AP II Raih 3 Penghargaan Bergengsi di Dunia Bisnis

Menurut Awaluddin, setiap terminal memiliki program pengembangan yang berbeda, tapi tujuannya  satu yakni membuat Soekarno-Hatta semakin baik dan bisa bersaing dengan bandara berkelas dunia lainnya.

“Contohnya di Terminal 2F, kami menjadikan terminal itu sebagai low-cost carrier terminal (LCCT) mulai 1 Mei 2019,” ujar Muhammad Awaluddin.

Sebagai LCCT, Terminal 2F didesain mengutamakan kepraktisan, kecepatan, dan kemudahan selama memproses perjalanan dengan pesawat di bandara.

Oleh karena itu, Terminal 2F mengandalkan fasilitas digital seperti self check-in, self baggage drop, dan lain sebagainya.