Beranjak ke 2020, Ini 5 Catatan Prestasi SKK Migas Sepanjang Tahun 2019!

Beranjak ke 2020, Ini 5 Catatan Prestasi SKK Migas Sepanjang Tahun 2019!
Dwi Soetjipto, kepala SKK Migas dalam konferensi pers.

SKK Migas membeberkan capaian hulu minyak dan gas (migas) Indonesia selama tahun 2019. Meski 2019 menjadi tahun yang penuh dengan tantangan, setidaknya institusi tersebut mampu mencatatkan beberapa kinerja positif.

“Adanya kebakaran hutan di daerah Sumatera, curtailment karena harga gas sangat rendah dan juga kebocoran ONWJ, sehingga lifting migas terhambat. Patut kita syukuri, di tengah tantangan hulu migas dan semakin kompetitifnya sektor hulu migas, sektor ini mampu mencatatkan kinerja yang membanggakan,” ungkap Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto pada saat konferensi pers pada 9 Januari 2020.

Selama 2019, berikut capaian positif atau prestasi yang dicatatkan oleh SKK Migas,

1.    Lifting Migas
SKK Migas mencatatkan realisasi lifting minyak sebesar 746 ribu BOPD (Barrel Oil Per Day) pada tahun 2019. Angka tersebut melebihi kesepakatan SKK Migas dengan KKKS yang tercantum dalam WP&B (Work, Program and Budget) yakni sebesar 729,5 ribu BOPD.

Meskipun demikian, capaian tersebut masih di bawah target APBN 2019 yakni sebesar 775 ribu BOPD atau sebesar 96,3% APBN 2019. Juga apabila dibandingkan dengan capaian tahun sebelumnya, angka tersebut menurun sebesar 4,1%. Penurunan ini tak lepas dari beberapa kendala yang muncul di tahun 2019 seperti decline rate yang lebih tinggi, mundurnya pemboran akibat cuaca dan isu teknis lainnya.

Sementara untuk lifting gas, SKK Migas mencatatkan pencapaian sebesar 5,934 MMSCFD atau 99,9% dibandingkan dalam target WP&B yang sebesar 5,937 MMSCFD. Jumlah tersebut juga masih lebih rendah dibandingkan APBN tahun 2019 yakni sebesar 7.000 MMSCFD.

Tahun ini, industri hulu gas menghadapi kendala seperti curtailment akibat rendahnya harga gas dunia, kebakaran hutan dan isu H2S Spike EMCL menyebabkan lifting menjadi berkurang.

2.    Reserve, Replacement Ratio.
Rasio penggantian cadangan migas (reserve replacement ratio/RRR) merupakan perbandingan antara cadangan yang ditemukan dengan yang diproduksi. Pada tahun ini, SKK Migas dapat mewujudkan RRR di angka 354%. Sementara KPI-nya adalah 100%. Angka ini merupakan rekor tertinggi dalam sejarah migas Indonesia dalam satu dekade terakhir.

“Mencapai 100% RRR adalah sesuatu yang membutuhkan perjuangan. Selama 1 (satu) dekade terakhir, realisasi RRR sebesar 354% di tahun 2019 adalah yang terbesar,” ungkap Dwi Soetjipto.

3.    Realisasi Cost Recovery
SKK Migas telah mendorong KKKS untuk melakukan efisiensi dan efektivitas dalam proses produksi. Mengacu pada proposal Cost Recovery yang diusulkan KKKS, total angkanya mencapai 13,736 juta US dolar. Angka tersebut berhasil diturunkan SKK Migas dalam WP&B 2019 menjadi 12,5 juta US dolar.

Berita baiknya, pada tahun 2019, realisasi Cost Recovery yang dikeluarkan untuk produksi migas dapat ditekan hingga 10,9 juta US dolar. Sementara itu, target APBN 2019 adalah 10,1 juta US dolar.

4.    Investasi Hulu Migas
Total investasi Hulu Migas di Indonesia pada tahun 2019 ini mencapai 11,49 milyar US dolar. Nilai investasi ini meningkat dari tahun sebelumnya yakni 11 milyar US dolar. Tren investasi hulu migas di Indonesia memang meningkat dari tahun 2017 yakni sebesar 10,27 milyar US dolar.

5.    Penguatan TKDN
Dalam hal TKDN, SKK Migas masih bisa mempertahankan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) di angka 60%. Pada tahun 2019, nilai pengadaan barang dan jasa KKKS mencapai 5.929 juta US dolar. Artinya, kontribusi sektor hulu migas dalam menggerakkan industri nasional mencapai 3.557 juta US dolar atau 48 triliun rupiah.

Baca juga: Target Bauran Energi Tahun 2025 dan Dukungan Korporasi