Bentuk Peduli Lingkungan Pertamina di Hari Raya Idul Adha

Bentuk Peduli Lingkungan Pertamina di Hari Raya Idul Adha
Penggunaan besek dari daun nanas untuk daging kurban Pertamina/Sumber: Pertamina

Sebagai bentuk konsistensi dalam menerapkan kampanye "Beat Plastic Pollution", Pertamina Refinery Unit (RU) II menggandeng Kelompok Tani Tunas Makmur menggelar Green Qurban, yaitu penyaluran daging hewan kurban dengan menggunakan besek sebagai pengganti kantong plastik yang terbuat dari daun tanaman nanas, Minggu 11 Agustus 2019.

General Manager RU II M. Dharmariza yang memimpin kegiatan Green Qurban mengungkapkan, program ini  merupakan tindak lanjut dari kampanye "Beat Plastic Pollution" yang sejak 2018 telah dijalankan di Pertamina RU II.

"Dengan semangat yang sama, mulai Idul Adha 2018, dimulailah penggunaan besek bambu sebagai pengganti plastik. Selain ramah lingkungan, penggunaan besek bambu juga memberikan nuansa kearifan lokal Indonesia mengingat jenis kantong ini sudah digunakan turun temurun oleh masyarakat Indonesia," jelas Dharmariza dalam keterangan resmi di hari yang sama.

Baca juga: Pertamina Amankan Pasokan LPG 3 Kg Jelang Idul Adha di Yogyakarta

Tahun ini, BDI Pertamina RU II menyembelih 53 ekor sapi dan 2 ekor kambing. Jumlah itu setara dengan sekitar 4.770 kg daging sehingga RU II mempersiapkan sekitar 2.500 besek dari bambu dan daun nanas sebagai wadah pembagian daging kurban.

"Penggunaan besek ini merupakan sumbangsih kami dalam mengurangi dampak buruk sampah plastik terhadap lingkungan. Semoga dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat," imbuh Dharmariza.

Menurut Unit Manager Comm. Relations & CSR Pertamina RU II Muslim Dharmawan, selain membagikan hewan kurban di lingkungan Masjid Al Muhajirin Komplek Perumahan Pertamina Dumai, RU II juga ikut berpartisipasi dalam meramaikan perayaan Idul Adha 1440 H di beberapa masjid dan musala khususnya di lingkungan Ring 1 Kilang Pertamina Dumai.

Sebanyak 24 ekor sapi kurban didistribusikan ke 13 masjid, 6 musala, 4 pondok pesantren, 1 panti asuhan serta melalui 6 lembaga atau instansi, di antaranya Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau Kota Dumai dan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) Tanjung Palas.

"Kami mohon doa dari seluruh masyarakat untuk kelancaran operasional kilang Pertamina RU II sehingga kegiatan sosial serupa dapat terus kami jalankan ke depannya," pungkasnya.

Baca juga: Pertamina dan Stakeholders Maksimalkan Koordinasi Penanganan Musibah YYA