Barata Indonesia Kantongi Izin Pembangunan Pusat Logistik Berikat di Gresik 

Barata Indonesia Kantongi Izin Pembangunan Pusat Logistik Berikat di Gresik 
Barata terima izin pendirian kawasan Pusat Logistik Berikat (PLB) (Sumber: dok. Barata Indonesia)

PT Barata Indonesia (Persero) menjadi BUMN pertama di Gresik yang mengantongi izin pendirian kawasan Pusat Logistik Berikat (PLB). Pengajuan izin pendirian tersebut telah disetujui oleh Bea Cukai Jawa Timur pada Jumat 18 September 2020 lalu. 

Nantinya PLB tersebut akan berdiri di atas lahan seluas 10.128 meter persegi milik Barata Indonesia, yang terletak di Kantor Pusat, Gresik, Jawa Timur. PLB ini jelas menjadi angin segar bagi perseroan. Pasalnya, Barata Indonesia dapat melakukan efisiensi serta memanfatkan kawasan tersebut. Kinerja perusahaan terutama eksport produk akan lebih mudah dan cepat.

Sulistyo Handoko, Direktur Pemasaran Barata Indonesia menjelaskan bahwa PLB ini menyebabkan adanya cost sabing sehingga berdampak pada arus kas perusahaan.

"Kehadiran PLB sangat diharapkan dapat menghemat cashflow perusahaan di tengah ketatnya arus kas dampak pandemi covid-19," terang Sulistyo. 

Ia pun berharap agar fasilitas ini dapat memberikan manfaat sekaligus penghematan bagi para pelaku usaha khususnya di Gresik. Misalnya saja penghematan karena penurunan biaya logistik dan efisiensi biaya atas dwelling time. 

Manajemen Barata Indonesia lewat Divisi Business Development menjelaskan PLB dengan biaya investasi 3,5 Milyar ini akan menampung banyak komponen dan subsystem. Seperti misalnya komponen turbin pembangkit listrik, material pengecoran, besi baja hingga steel structure. 

Lokasi tersebut dapat dimanfaatkan sebagai pusat penerimaan barang untuk diolah serta dimanufaktur lebih lanjut baik oleh Barata maupun perusahaan manufaktur lainnya di Jawa Timur.

Sementara itu, Kepala Bidang Fasilitas Kepabean dan Cukai Jawa Timur I, Basuki Suryanto menyatakan bahwa Bea Cukai berkomitmen untuk memberikan kemudahan bagi pelaku usaha untuk melakukan ekspor produk. 

“Dengan pemberian fasilitas kepada Barata Indonesia diharapkan mampu mendorong kegiatan perdagangan dan industri nasional baik secara langsung maupun tidak langsung,”ujar Basuki. 

PLB sendiri merupakan implementasi dari Paket Kebijakan Ekonomi II yang dimaksudkan untuk perbaikan ekspor dan impor. Pemerintah melalui Bea Cukai memberikan pelayanan kepada seluruh stakeholders. Dengan pelayanan yang baik, ia meyakini kegiatan ekspor nasional akan segera pulih sehingga dapat mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional ditengah tantangan pandemi.

Baca juga: Barata Indonesia Rampungkan Pesanan Pertashop Batch I dari Pertamina