Bank Harda Internasional Cari Investor Buat Tambah Modal

Bank Harda Internasional Cari Investor Buat Tambah Modal
Bank Herda Internasional (Sumber: BHI)

PT Bank Harda Internasional Tbk (BBHI) bakal mulai menggarap pembiayaan sektor manufaktur selain perdagangan yang saat ini mencapai 55 persen dari total kredit. Langkah tersebut dilakukan untuk mengurangi kredit macet.

Direktur Utama Bank Harda Internasional Barlian Halim mengakui jika rasio kredit macet naik karena ada beberapa kredit yang memburuk dan kredit yang direstrukturisasi tidak berhasil sehingga perlu dibentuk cadangan. 

"Alokasi cadangan kredit bermasalah ini cukup besar sehingga berimbas ke Laba Rugi. Sektor yang menyumbang kenaikan NPL tersebut kebanyakan sektor komersial," ujarnya dalam laporan keterbukaan pada BEI, Jumat, 4 Januari 2019.

Ia menegaskan, pihaknya akan menjaga agar ada keseimbangan antara kredit dan DPK. Caranya dengan mengoptimalkan pengumpulan DPK. Selain itu, pihaknya terbuka pada investor untuk menyuntikkan modal.

"Bank terbuka untuk investor dan saat ini ada beberapa investor yang potensial dan strategis yang sedang dalam pendekatan ke pemegang saham tetapi belum diketahui sebagai investor mayoritas atau minoritas," katanya.

Pada Triwulan III 2018, Bank Harda Internasional mencatatkan total aset 2,4 triliun rupiah dengan liabilitas 2 triliun rupiah dan ekuitas 441 miliar rupiah. Perusahaan mencatatkan laba (rugi) operasional 18,2 miliar rupiah dan laba (rugi) non operasional 2,5 miliar rupiah.