Bangun MRT Jakarta Fase 2, DKI – Kemenkeu Teken Perjanjian Dana Hibah

Bangun MRT Jakarta Fase 2, DKI – Kemenkeu Teken Perjanjian Dana Hibah
Pemprov DKI – Kemenkeu Teken Perjanjian Dana Hibah / Foto: Dok. MRT Jakarta

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Pemerintah Pusat Republik Indonesia melalui Kementerian Keuangan RI menandatangani “Perjanjian Hibah Daerah Pembangunan Proyek MRT Jakarta Fase II” sebagai bentuk rencana pembangunan MRT Jakarta fase II yang telah memasuki tahap lanjutan.

Penandatanganan dilakukan Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Anies Baswedan dan Direktur Pembiayaan dan Transfer Non-Dana Perimbangan Kementerian Keuangan Republik Indonesia, Ubaidi Socheh Hamid yang disaksikan Kepala Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan Republik Indonesia, Astera Primanto Bhakti, Direktur Utama PT MRT Jakarta, William Sabandar, dan Direktur Keuangan PT MRT Jakarta, Tuhiyat di Jakarta, Rabu 13 Februari 2019.

Baca juga: MRT Jakarta Gelar Latihan AFC Untuk Manajer dan Staf

“Penandatanganan ini merupakan tonggak penting untuk pelaksanaan MRT Jakarta fase kedua. Kita berharap dari sini MRT Jakarta bisa langsung bekerja. Besar dana hibah adalah 70.021.000.000 yen, dengan komposisi 59.108.000.000 yen untuk pekerjaan sipil, 6.311.000.000 yen untuk jasa konsultasi, dan 4.600.000.000 yen untuk dana tak terduga,” jelas Anies dalam keterangan resmi.  

Anies menjelaskan, Pemprov DKI akan memberikan laporan rutin ke Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan RI dan Direktorat Jenderal Kereta Api Kementerian Perhubungan RI. “Kami juga akan memastikan fasilitas penunjang kelancaran pembangunan MRT Jakarta dapat dituntaskan,” ucapnya.

Baca juga: OJK Berikan Apresiasi atas Perkembangan MRT Jakarta

Dalam kesempatan yang sama, Astera Primanto Bhakti menyampaikan tujuan dari hibah daerah. “Dalam pelaksanaannya, pengelolaan hibah daerah dilaksanakan melalui mekanisme APBN dan APBD serta melibatkan kementerian teknis terkait sebagai executive agency,” tuturnya.

Menurut Astera Primanto Bhakti, hibah daerah merupakan salah satu skema pendanaan kepada daerah melalui pengalihan hak atas sesuatu dari pemerintah atau sebaliknya yang secara spesifik telah ditetapkan peruntukannya dan dituangkan dalam perjanjian hibah daerah yang diprioritaskan untuk mendukung penyelenggaraan pelayanan publik yang menjadi kewenangan pemerintah daerah dan tetap memperhatikan stabilitas dan keseimbangan fiskal.

Perlu diketahui, rencananya, MRT Jakarta fase II akan terdiri dari tujuh stasiun bawah tanah yaitu Sarinah, Monas, Harmoni, Sawah Besar, Mangga Besar, Glodok, dan Kota yang membentang sepanjang sekitar 7,8 kilometer, melanjutkan fase I yang berakhir di Bundaran Hotel Indonesia.

Saat ini, menjelang operasi komersial pertamanya di Maret 2019 mendatang, pembangunan fase I telah mencapai 98,7 persen dengan kesiapan operasi mencapai 86,43 persen.