Bandara Oe-cusse Timor Leste Buatan WIKA Diresmikan RDTL Francisco Guterres

Bandara Oe-cusse Timor Leste Buatan WIKA Diresmikan RDTL Francisco Guterres
Salah satu bagian dari Bandara Oecusse (sumber: facebook wika oecusse)

Sebuah prestasi membanggakan datang dari PT Wijaya Karya (Persero). BUMN penyedia jasa konstruksi tersebut telah merampungkan pengerjaan bandara di luar negeri yakni Timor Leste.

Bandara Oe-cusse diresmikan oleh Presiden Demokratis Timor Leste (RDTL) Francisco Guterres bersama dengan Mari Alkatiri, selaku President of the Authority for Special Administrative Region of Oé-Cusse (RAEOA / Zeesm), di Oe-cusse, Timor Leste, Selasa (18/6).

Dalam acara peresmian tersebut, Francisco Guterres, menyatakan apresiasinya terhadap kinerja WIKA membangun infrastruktur dan sarana penunjang di Timor Leste.

“WIKA berperan dalam hubungan Timor Leste dengan Indonesia, baik dalam pembangunan Oe-cusse maupun negara Timor Leste,” ungkapnya. Ia menambahkan bahwa keberhasilan dalam pengembangan Oe-cusse ini akan direplikasi ke distrik-distrik lainnya.

WIKA membangun bandara tersebut dari tahun 2015 hingga 2018 dengan support dari 500 tenaga kerja yang berasal dari Indonesia dan Timor Leste. Fasilitas yang dibangun antara lain landside dan airside seperti Tower Air Traffic Control (ATC), terminal building, quarantine, fuel depot, Distance Measuring Equipment (DME), taxiway dan fasilitas lainnya.

Lebih lanjut, lingkup pekerjaan Perseroan pada proyek bandara internasional ini juga meliputi pembuatan runway baru sepanjang 2,5 km, pelebaran dan perluasan wilayah bandara agar bisa dijadikan bandara komersial, pemutakhiran sistem radar dan navigasi serta pemutakhiran sistem dan standar safety bandara internasional.

Baca juga: Bersama WIKA dan Wika Gedung, AP II Sepakat Bangun Hotel Kedua Bandara Soetta

Proyek senilai US$119 juta ini memanfaatkan material-material yang sebagian besar diambil dari Indonesia seperti semen, besi beton, material arsitektur, dan garbarata. WIKA juga menggunakan material berupa baja konstruksi yang difabrikasi oleh entitas anak Perseroan, WIKA Industri & Konstruksi. Untuk material yang tidak tersedia di Indonesia, WIKA mengimpornya dari beberapa negara seperti Amerika, Tiongkok, Austria, Australia.

“Proyek ini menjadi bukti kapabilitas kami dari segi engineering, penguasaan teknologi, proyek manajemen serta memperoleh wawasan baru yang merupakan hasil interaksi dengan pihak-pihak berkepentingan yang berasal dari negara lain,” ungkap Direktur Utama WIKA, Tumiyana.

Ia optimis bahwa WIKA mampu menyiapkan tim untuk kembali berkiprah di luar negeri. Hal tersebut didukung dengan tim yang memiliki kompetensi standar internasional dan kesiapan mental. Ia berharap mereka tetap solid dan saling memotivasi sehingga dapat menyelesaikan pekerjaan dengan baik.

Baca juga: Untung Rugi BUMN di Era Jokowi