Bagi 25% Laba sebagai Dividen, BNI Setor Rp492 M ke Kas Negara

Bagi 25% Laba sebagai Dividen, BNI Setor Rp492 M ke Kas Negara
Bank BNI (Sumber: dok. BNI)

Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPS) PT Bank Negara Indonesia (persero) Tbk atau BNI menyetujui pembagian saham sebesar 25% dari total laba bersih selama tahun 2020. Dengan total laba sebesar 3,29 Triliun Rupiah, makan jumlah dividen yang dibagikan adalah 820,1 milliar rupiah.

Memperhitungkan bahwa 60% saham BNI dimiliki oleh pemerintah, maka perusahaan menyetorkan 492,58 miliar ke kas negara.

Sementara itu, 40% sisanya dibagikan kepada pemilik saham publik atau sebesar 327,52 miliar rupiah. Dalam RUPS juga ditetapkan bahwa 75% dari total laba bersih atau senilai 2,46 triliun rupiah digunakan sebagai laba yang ditahan.

Manajemen BNI juga sudah menyiapkan beragam strategi dalam menghadapi tantangan di tahun 2021. Seluruh pemegang saham pun telah menyetujui rencana bisnis tersebut.

Adapun kebijakan-kebijakan strategis itu adalah pertama, meningkatkan kualitas kredit melalui perbaikan manajemen risiko. Kedua, meningkatkan digital capability dalam memenuhi kebutuhan nasabah. 

Ketiga, meningkatkan ekspansi bisnis secara berkelanjutan. Keempat, meningkatkan CASA dan FBI melalui peningkatan transaksi. Selanjutnya adalah optimalisasi jaringan dan bisnis Internasional dengan memperkuat kerjasama partnership. 

Langkah bisnis keenam yang akan dijalankan adalah optimalisasi kontribusi perusahaan anak. Terakhir perusahaan akan melakukan optimalisasi HC dalam mendukung bisnis Bank.

Dalam RUPS Tahunan ini, pemegang saham juga memutuskan untuk mengangkat Erwin Rijanto Slamet menjadi komisaris independen BNI. Mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia ini menggantikan Joni Swastanto yang telah berakhir masa jabatannya.

Baca juga: Erick Thohir Sebut IPO Jadi Langkah Penting Wujudkan Daya Saing dan Transparansi BUMN