Arus Balik Lebaran, Pelni Berikan Perhatian Lebih ke Pemudik

Arus Balik Lebaran, Pelni Berikan Perhatian Lebih ke Pemudik
Antrean penumpang kapal laut yang hendak pulang kampung/Sumber: Pelni

Tingginya animo pemudik yang menggunakan kapal laut sebagai transportasi arus balik lebaran, mengharuskan PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) sigap melayani para penumpang.

Untuk itu, segenap direksi melakukan Posko di sejumlah daerah kantong penumpang seperti Surabaya, Belawan, Makassar, Semarang, Baubau dan Sorong.

Menurut Kepala Kesekretariatan Perusahaan Pelni Yahya Kuncoro, terdapat kenaikan penumpang dari 10 cabang yaitu Makassar dari 31.651 menjadi 46.334 pelanggan. Balikpapan 23.399 menjadi 39.849 pelanggan. Batam 20.545 menjadi 32.117 pelanggan. Jayapura 10.226 menjadi 16.013 pelanggan. Tanjung Priok 10.483 menjadi 16.702, Sorong 12.527 menjadi 17.343 pelanggan.

Baca juga: Pelni Catatkan Kenaikan Angkutan Non Penumpang 100 Persen di 2018

“Balawan dan Baubau tahun lalu tidak masuk 10 besar, tahun ini masuk dengan 16.702 dan 14.601 pelanggan. Jayapura 10.226 menjadi 16.013 pelanggan,” jelas Yahya Kuncoro, dalam keterangan resmi, Sabtu 8 Juni 2019.

Dari pelaksanaan arus mudik yang telah berlangsung, Pelni memberikan perhatian lebih kepada pelabuhan terpadat di arus balik, seperti Surabaya, Baubau, Makassar, Belawan, Semarang, Balikpapan, Sorong, Parepare, Batam dan Jayapura.

Menurut Yahya, daerah-daerah tersebut diperkuat tenaga pengamanannya ditambah dari TNI AL dan Polri sebanyak 80 orang di atas kapal dan 400 orang di pelabuhan-pelabuhan padat penumpang.

Selain itu, dari sisi layanan tiketing kontrolnya juga diperketat agar tingkat kepadatan kapal dapat terjaga.

“Kepada para pelanggan, Pelni mengingatkan agar masyarakat tidak memaksakan diri bila tiket sudah habis. Tunggu jadwal kapal berikutnya agar kenyamanan pelanggan dapat terjaga,” ungkap Yahya.

Tidak hanya itu, Pelni juga fokus akan kebutuhan air tawar, logistik, pembuangan sampah dan permakanan selama 24 jam di atas kapal untuk para pemudik agar terjaga kondisinya.

 “Koki-koki pada bagian permakanan kapal juga terus melayani penumpang selama 24 jam, memasak dari pagi hingga malam,” tambahnya.

Sebagai informasi, pada masa angkutan mudik Lebaran, Pelni telah mengantar 317.872 pemudik. Jumlah tersebut diprediksi lebih tinggi dari tahun lalu 273.107 pemudik atau naik sebesar 16,39%. Puncak arus mudik terjadi pada H-6 Lebaran dengan jumlah penumpang mencapai 31.791, sementara tahun lalu puncaknya terjadi pada H-5 dengan jumlah 31.307 pelanggan atau naik sebesar 1%.

Pada saat puncak arus mudik seluruh penumpang terangkut dengan 26 kapal yang dioperasikan di seluruh nusantara.

Baca juga: Tahun 2019, Pelni Terima PSO dan Subsidi Sebesar 1,88 T