Antam Berhasil Raih Investasi Pengembangan Proyek Pabrik Nikel Senilai US$320 Juta

Antam Berhasil Raih Investasi Pengembangan Proyek Pabrik Nikel Senilai US$320 Juta

PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam, berhasil menandatangani Head of Agreement (HoA) proyek pengembangan Pabrik Nickel Pig Iron (NPI) Blast Furnace Halmahera Timur dengan Ocean Energy Nickel International Pte, Ltd (OENI) dalam acara Indonesia Investing Forum 2018, IMF-World Bank Annual Meetings 2018di Nusa Dua, Bali, pada 11 Oktober 2018, kemarin.

“Proyek pengembangan Pabrik NPI Blast Furnace Halmahera Timur ini merupakan salah satu milestone penting dalam rangka meningkatkan nilai tambah komoditas mineral yang dikelola oleh Perseroan. Proyek tersebut akan menambah total produksi nikel tahunan Antam dan diharapkan akan mendukung pertumbuhan kinerja Perseroan,” kata Direktur Utama Antam, Arie Prabowo Ariotedjo, dalam keterangannya yang dilansir laman Perseroan, Minggu (14/10/2018).

Beberapa pokok perjanjian kerjasama Antam dengan OENI, diantaranya adalah Antam akan menjamin ketersediaan bahan baku bijih nikel di proyek NPI Blast Furnace sedangkan OENI akan memastikan sumber pendanaan dan penyelesaian konstruksi tepat waktu.

Pokok perjanjian lainnya adalah Antam akan memperoleh kepemilikan sebesar 30% (free carry) sedangkan OENI sebesar 70%, namun Antam memiliki opsi untuk melakukan pembelian saham untuk menjadi mayoritas setelah 5 tahun operasi.

Proyek NPI Blast Furnace memiliki total kapasitas produksi mencapai 320.000 ton NPI (TNPI) atau setara dengan 30.000 ton nikel dalam feronikel (TNi) yang terdiri dari 8 line dengan total investasi sekitar US$320 juta. Dua linepertama diharapkan dapat memulai produksi pada kuartal 4 tahun 2020, sedangkan secara keseluruhan ditargetkan beroperasi tahun 2023.

Proyek NPI Blast Furnace akan menambah portfolio pengolahan smelter Antam selain pabrik feronikel di Pomalaa, Sulawesi Tenggara yang berkapasitas 27.000-30.000 TNi serta Pabrik Feronikel Halmahera Timur yang saat ini sedang dalam tahap pembangunan dengan kapasitas produksi sebesar 13.500 TNi.