Angkasa Pura II Siap Alihkan Penerbangan dari Husein Sastranegara ke Kertajati

Angkasa Pura II Siap Alihkan Penerbangan dari Husein Sastranegara ke Kertajati
Menteri Perhubungan Budi Karya bersama Presiden Direktur PT Angkasa Pura II (Persero) Muhammad Awaluddin seusai rapat membahas pengalihan penggunaan bandara. (Sumber: Angkasa Pura II)

PT Angkasa Pura II (Persero) siap menata penerbangan di Husein Sastranegara dan Kertajati menyusul keputusan pemerintah untuk mengalihkan seluruh operasional penerbangan domestik dengan pesawat jet dari Bandara Internasional Husein Sastranegara ke Kertajati. Jika tidak ada aral melintang, pengalihan tersebut akan dilakukan paling lambat 1 Juli 2019.

“Kami tengah mendata apa saja yang dibutuhkan maskapai supaya paling lambat 1 Juli 2019 seluruh penerbangan sudah pindah ke Kertajati, sesuai keputusan rapat," ujar Presiden Direktur PT Angkasa Pura II (Persero) Muhammad Awaluddin.

Lebih lanjut, Muhammad Awaluddin mengatakan penataan penerbangan yang dilakukan ini dilakukan dengan konsep multi airport system. Tujuannya untuk menyeimbangkan lalu lintas penerbangan sehingga bandara dan maskapai dapat beroperasi lebih efektif dan efisien. 

“Penataan penerbangan ini dilakukan di Husein Sastranegara, Kertajati, dan juga Soekarno-Hatta di Cengkareng serta Halim Perdanakusuma dengan memperhatikan 4 area yakni fasilitas, infrastruktur, sistem operasi penerbangan, dan sumber daya manusia," papar Muhammad Awaluddin

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengadakan rapat dengan Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum, PT Angkasa Pura II (Persero), PT Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB), AirNav Indonesia, dan perwakilan dari maskapai nasional pada 18 Juni 2019. Rapat tersebut terkait dengan pemanfaatan Bandara Kertajati.

Baca juga: AP II Catatkan 4,2 Juta Pergerakan Penumpang di Angkutan Lebaran 2019

“Pemerintah pusat berkomitmen untuk mengatur semua stakeholder agar pelayanan di Kertajati ini menjadi baik. Kita rencanakan paling lambat 1 Juli, karena bertahap. Di sini (Kertajati) ada 28 take off, 28 landing. Berarti ada 56 take off dan landing yang pindah ke Kertajati yaitu semua pesawat jet (rute) dalam negeri,” ujar Budi.

Adapun untuk operasional seluruh pesawat propeller (baling-baling) dan pesawat yang mengoperasikan rute luar negeri tetap melalui Husein Sastranegara di Bandung, jelas Budi.

Sementara rute-rute yang rencananya akan dialihkan dari Husein Sastranegara ke Kertajati untuk sementara ini adalah: 

1. Surabaya : 14 flight/hari

2. Denpasar : 12 flight/hari

3. Pekanbaru: 4 flight/hari

4. Banjarmasin: 2 flight/hari

5. Kualanamu: 6 flight/hari

6. Ujung Pandang: 2 flight/hari

7. Palembang: 4 flight/hari

8. Padang: 2 flight/hari

9. Balikpapan: 2 flight/hari

10. Yogyakarta: 2 flight/hari

11. Lombok: 2 flight/hari

12. Pontianak: 2 flight/hari

13. Batam: 2 flight/hari

Kertajati merupakan bandara terbesar di Jawa Barat dan ke depannya diproyeksikan sebagai bandara terbesar kedua di Indonesia setelah Soekarno-Hatta. 

Pada tahap awal, Kertajati memiliki luas terminal mencapai 96.000 meter persegi dengan kapasitas 5 juta penumpang. Pada pengembangan akhir, atau tahap ultimate, Kertajati akan diperkuat terminal berkapasitas 29,3 juta per tahun pada 2032. 

Baca juga: AP II: Segmen Penerbangan International LCC Soetta Terus Tumbuh