Angkasa Pura I Sebut 2021 Jadi Tahun Kebangkitan, Apa Stategi Bisnisnya?

Angkasa Pura I Sebut 2021 Jadi Tahun Kebangkitan, Apa Stategi Bisnisnya?
Protokol Kesehatan di Bandara (sumber: dok. AP I)

Merebaknya pandemi Covid-19 memberikan tantangan besar bagi industri penerbangan, termasuk pengelola bandara seperi Angkasa Pura I. Meski pandemi belum usai, AP I berkomitmen bahwa tahun 2021 ini menjadi momentum kebangkitan perusahaan.

BUMN tersebut menyiapkan beberapa strategi agar tetap profitable dengan menambah portofolio bisnis. Langkah tersebut juga dilakukan demi menjaga pondasi bisnis melalui pengamanan arus kas (cash flow) dan efektivitas biaya (cost effectiveness).

Menjaga arus kas dan efektivitas biaya merupakan kelanjutan survival strategy yang sudah dijalankan sejak tahun lalu di mana terdapat lima program yang dijalankan yaitu evaluasi investasi, program cost leadership, business process improvement, digital enablement, dan sense of crisis awareness.

Sedangkan perluasan portofolio bisnis merupakan strategi untuk meningkatkan potensi pendapatan. Dalam jangka pendek, Angkasa Pura Airports memiliki quick win initiatives seperti pendirian Angkasa Pura I Health Center, pemanfaatan lahan idle, dan sinergi anak perusahaan sebagai kendaraan untuk memperluas portofolio bisnis perusahaan. 

Angkasa Pura I Health Center dirancang untuk menjadi one stop service fasilitas kesehatan di bandara. Fasilitas tersebut nantinya terdiri dari layanan vaksinasi, tes Covid-19, penyediaan APD, apotek, dan layanan konsultasi dokter. 

Sedangkan sebagian lahan idle yang dimiliki perusahaan nantinya akan dikembangkan menjadi activity theme park dan sebagian lagi akan dimanfaatkan untuk mendukung Program Food Estate Pemerintah. Adapun pengembangan portofolio bisnis anak perusahaan mencakup inovasi layanan catering, layanan hospitality premium di bandara, pusat sertifikasi kesehatan (health certification center), creative merchandising, penyewaan area, dan collaborative logistic. 

Untuk jangka panjang, beberapa rencana perluasan bisnis yang akan dilakukan yaitu optimalisasi kargo dengan memanfaatkan potensi trafik kargo akibat pertumbuhan e-commerce yang tinggi dan program Pemerintah (Kawasan Ekonomi Khusus) yang mendukung. Selain itu juga akan dibangun hub kargo udara dan penyedia layanan logistik terintegrasi di dalam dan luar bandara.

"Dengan rencana perluasan portofolio bisnis, Angkasa Pura Airports yakin tahun 2021 merupakan tahun kebangkitan perusahaan," ungkap Faik Fahmi, Direktur Utama Angkasa Pura I dalam keterangan resmi perusahaan.

Ia menambahkan bahwa sinergi anak perusahaan menjadi kunci utama dalam mengembangkan portofolio bisnis. Dengan begitu, tercipta sumber pendapatan baru.

Untuk mendukung implementasi strategi tersebut, manajemen perusahaan telah membentuk Tim Task Force khusus yang berada di kantor pusat, kantor cabang, dan anak perusahaan sejak awal tahun ini. Sesuai dengan strategi yang ditetapkan, tim khusus ini dibagi ke dalam dua tim yaitu tim yang khusus menangani hal revenue enhancement dan tim yang menjaga arus kas. 

"Melalui tim khusus ini diharapkan program strategis perusahaan dapat diimplentasikan dengan maksimal dan mencapai target," imbuh Faik Fahmi.

Baca juga: Di Tengah Pandemi, 13 Bandara Angkasa Pura I Raih The Voice of Customer Initiative