Anggaran 2020 Ditjen Migas Mencapai 4,11 T Rupiah, Alokasi Terbesar untuk Infrastruktur

Anggaran 2020 Ditjen Migas Mencapai 4,11 T Rupiah, Alokasi Terbesar untuk Infrastruktur
Djoko Siswanto, Plt Direktur Jenderal Minyak dan Gas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral

Pada tahun 2020, Direktorat Jenderal Minyak dan Gas (Ditjen Migas) mendapatkan jatah anggaran dengan nilai yang besar yakni 4,11 triliun rupiah. Jumlah tersebut hampir 4 kali lipat dari jumlah anggaran tahun 2019 yang hanya sebesar 1,3 T.

Rencananya, anggaran tersebut akan dialokasikan pada pembangunan dan pengembangan infrastruktur sebesar 92,13%. Sisanya sebesar 7,87% dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan reguler.

"Untuk tahun 2020, Ditjen Migas kembali mendapatkan anggaran besar sekali dibanding unit yang lain, yaitu 4,115 triliun rupiah. Sebagian besar atau 92,13% digunakan untuk pembangunan infrastruktur," terang Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Minyak dan Gas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Djoko Siswanto dalam konferensi pers di Jakarta, 14 Januari 2020.

Pembangunan infrastruktur yang dimaksud utamanya adalah pembangunan jaringan gas untuk 266.070 sambungan rumah tangga di 49 kabupaten kota. Selain itu, anggaran juga akan dialokasikan pada pembagian konverter kit BBM ke BBG untuk nelayan dan petani sebesar 50.000 paket.

Ditjen Migas juga masih akan melakukan konversi minyak tanah ke gas LPG 3 kilogram sebanyak 522.616 paket dan layanan infrastruktur Studi KBPU sebanyak 9 Layanan.

Sementara itu, dari sisi hulu, pemerintah melalui Kementerian ESDM menetapkan target capaian lifting minyak sebesar 755 ribu barel per hari. Sedangkan untuk lifting gas, target di tahun 2020 ditetapkan sebesar 1.191 ribu barel per hari.

Selanjutnya, pada kisaran kuartal 1 tahun 2020, pemerintah akan melakukan lelang WK Migas. Dari total 12 WK Migas yang terdiri dari 10 konvensional dan 2 non-konvensional, lelang akan dilakukan bertahap.

"Kita sedang persiapkan, kita harap first quarter atau sekitar maret april kita bisa umumkan untuk yang konvensional 10 itu," terang Mustafid Gunawan, Direktur Pembinaan Usaha Hulu Migas, Ditjen Migas.

Baca juga: Beranjak ke 2020, Ini 5 Catatan Prestasi SKK Migas Sepanjang Tahun 2019!